Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuota Peserta Diklat Jurnalistik SMP/MTs Tersisa 10 Guru

A
Penulis: A. Nugroho❯

Kuota Peserta Diklat Jurnalistik SMP/MTs Tersisa 10 Guru
Kuota Peserta Diklat Jurnalistik SMP/MTs Tersisa 10 Guru


Advertisement

MALANG KOTA – Antusiasme guru Kota Malang untuk mengikuti Diklat Jurnalistik Guru SMP /MTs sangat tinggi. Terbukti dengan jumlah peserta yang sudah mencapai 20 orang sampai dengan kemarin (12/3). Dengan jumlah ini, artinya kuota tersisa hanya 10 guru lagi.

Acara yang sudah digelar sejak 2023 lalu dan sukses mengedukasi guru untuk membuat berita secara mandiri. Selain itu pada 2025 lalu, sebanyak 30 guru SMP dan MTs sukses menerbitkan buku “Takdir Pena dan Kapur” yang dilauncing langsung oleh Wali Kota Malang Dr Ir H. Wahyu Hidayat MM.

Dalam pelaksanaan diklat ini, redaktur senior Jawa Pos Radar Malang Mahmudan nantinya akan memberikan edukasi pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menerima tamu dari LSM abal-abal hingga wartawan bodrex.

Advertisement

Selain itu, ada Direktur PT. Cita Intrans Selaras Wawan Sulthon Fauzi MPd yang juga merupakan salah satu penulis buku terbaik di Kota Malang. Nantinya, seluruh peserta akan diarahkan untuk membuat buku antologi pertama karya guru SMP di Kota Malang.

Ada 11 SMP Negeri berpartisipasi dalam acara ini, dari 30 sekolah negeri yang ada di Kota Malang. Di antaranya, SMPN 1, SMPN 2, ⁠SMPN 19, SMPN 21, SMPN 22, SMPN 25, SMPN 26, ⁠SMPN 28, SMPN 29 dan SMPN 30.

Sedangkan untuk SMP swasta, ada 3 sekolah yang bersemangat untuk belajar jurnalistik dan mengantisipasi berita hoax yang ada di sekolah. Yaitu, SMP Insan Amanah, SMP Corjesu, dan SMPK Sang Timur.

Advertisement

“Banyak sekali prestasi dan informasi update yang ada di sekolah kami. Tapi, belum maksimal secara pemberitaan. Semoga dengan guru kami ikut sertakan di acara ini, bisa meningkatkan literasi di sekolah kami,” jelas Kepala SMP Insan Amanah Malang Sri Endah Pujiningrum SSi.

Koordinator Diklat Jurnalistik Guru SMP/MTs se-Kota Malang Bachtiar Eko S mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh sekolah dalan mensukseskan kegatan ini.

“Semoga ke depan berita di media sosial sekolah bisa lebih hidup dan hasil karya buku antologi yang sudah dibuat peserta bisa dijadikan pijakan untuk membuat buku secara mandiri,” tutupnya. (bes)

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

45 Guru Kecamatan Kedungkandang-Blimbing Rasakan Manfaat dari Diklat Jurnalistik

45 Guru Kecamatan Kedungkandang-Blimbing Rasakan Manfaat dari Diklat Jurnalistik

Sebanyak 45 guru SD/MI dari Kecama­tan Kedungkandang dan Blimbing an­tusias mengikuti diklat jur­na­l­is­tik di Ocean Garden Soe­ka­­r­­­no Hatta Ma­lang, pada Se­­nin (31/8). Acara diklat itu m­e­ru­pa­kan kolabo­rasi

Krisis Guru di Kota Malang, Banyak Pensiun dan Nihil Pengangkatan

Krisis Guru di Kota Malang, Banyak Pensiun dan Nihil Pengangkatan

Di tengah anggaran belanja pegawai mencapai lebih dari Rp 1 triliun, Kota Malang masih dihadapkan dengan krisis SDM. Salah satunya yakni problem mengalami kekurangan guru. Penyebabnya yakni pensiunnya belasan tenaga

Tingkatkan Literasi SD/MI Se-Kecamatan Blimbing dengan Ikut Diklat Jurnalistik

Tingkatkan Literasi SD/MI Se-Kecamatan Blimbing dengan Ikut Diklat Jurnalistik

Diklat Jurnalistik Guru SD/MI se-Kecamatan Blimbing menjadi ajang memperkuat literasi sekolah. Hal itulah yang terus digaungkan dalam acara diklat yang merupakan kerja sama Jawa Pos Radar Malang dan Dinas Pendidikan dan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer