MALANG - SMK SUNAN AMPEL KASEMBON terus menanamkan budaya literasi sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Juga sarana membangun pola pikir kritis, kreatif, dan produktif.
Kepala SMK Sunan Ampel Kasembon Ichwan Santoso mengatakan, literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, dia melanjutkan, sekolah berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu mendorong siswa berani menuangkan ide dan gagasannya dalam bentuk karya.
"Kami ingin literasi menjadi budaya di sekolah. Bukan hanya kegiatan sesaat," ujar Ichwan kemarin (22/7).
"Melalui berbagai program yang kami jalankan, siswa dibiasakan membaca, berdiskusi, menulis, hingga menghasilkan karya. Harapannya, mereka tidak hanya memiliki kompetensi vokasi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan percaya diri menyampaikan gagasan," tambahnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Penerbitan Karya Cetak Berbasis Gagasan Siswa. Program tersebut memfasilitasi siswa mengikuti pendampingan kepenulisan kreatif hingga menerbitkan karya dalam bentuk buku.
Setelah berhasil meluncurkan buku antologi puisi Sajak dari Slatri, tahun ini kembali mendampingi penyusunan buku antologi esai yang melibatkan siswa dan guru. Esai tersebut mengangkat berbagai tema. Mulai dunia pendidikan, vokasi, lingkungan hingga kehidupan di lingkungan pesantren.
Dia mengatakan, budaya literasi juga dibangun melalui pembiasaan literasi religius setiap pagi. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, lanjutnya, siswa mengikuti pembacaan Al-Qur'an dengan metode Yanbu'a dan salat Duha berjamaah.
Di sisi lain, sekolah secara rutin menggelar diskusi buku, baca puisi, pendampingan jurnalistik, pengelolaan majalah dinding, hingga menghadirkan ruang baca mini sebagai media menumbuhkan minat baca dan menulis siswa.
Tak hanya fokus pada literasi baca tulis, sekolah juga mengembangkan literasi finansial melalui kemitraan bersama FIFGROUP. Program itu memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan dasar kewirausahaan sebagai bekal siswa ketika memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
Berbagai program tersebut telah melahirkan sejumlah capaian. Di antaranya penerbitan buku antologi puisi karya siswa Sajak dari Slatri serta keikutsertaan siswa dalam berbagai ajang kepenulisan puisi tingkat nasional.
Saat ini, dia mengatakan, SMK Sunan Ampel Kasembon memiliki 45 siswa yang menempuh pendidikan pada kompetensi keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) serta Agribisnis Ternak Unggas (ATU). Ke depan, sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Sunan Ampel Kasembon dan lingkungan Pondok Pesantren Roudlotul Qur'an itu berkomitmen mengembangkan literasi digital dan literasi produktif. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang selaras dengan visi sekolah, yakni AKRAB (Aktif, Kreatif, Religius, Akhlakul Karimah, dan Berperadaban).
"Kami berharap budaya literasi terus tumbuh dan menjadi identitas sekolah. Dengan begitu, siswa tidak hanya unggul dalam kompetensi kejuruan, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan berkomunikasi, dan daya saing untuk menghadapi perkembangan zaman," pungkas Ichwan. (akb/dan)
Editor : Kholid Amrullah