SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sekolah kejuruan swasta terbaik. Begitu lulus, mayoritas alumninya diterima bekerja di perusahaan lokal maupun multinasional.
SEBAGAI sekolah kejuruan, tujuan utama setelah peserta didiknya lulus yakni melanjutkan pekerjaan. Mereka bekerja di beberapa perusahaan ternama. Di antaranya PT Otsuka Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, dengan Program PBD (Pintar Bersama Daihatsu), dan PT Muria Sumba Manis.
Kepala SMK Mutu Gondanglegi Munali mengatakan, pihaknya menjalin kerja sama dengan sekitar 200 perusahaan skala nasional maupun multinasional. Di antaranya PT United Tractors, Yamaha, Samsung, Panasonic, dan Kimia Farma. Biasanya, siswa-siswinya sudah memulai bekerja di perusahaan tersebut saat magang.
Jika kinerjanya bagus, peserta didiknya dapat terserap kerja di perusahaan setelah lulus.
“Tahun ini ada sekitar 200 anak yang sudah diterima kerja sebelum lulus. Sekitar 154 anak bahkan tidak mengikuti wisuda karena sudah bekerja,” ucapnya ditemui di SMK Mutu Gondanglegi kemarin (23/7).
Untuk mempertahankan kepercayaan tersebut, dia mengatakan, penguatan kompetensi terus dilakukan. Termasuk kompetensi guru. Selain workshop dan seminar, sekolah tersebut memberikan program magang kepada guru di perusahaan yang menjadi mitra untuk meningkatkan keahlian para guru (upskilling).
Pihaknya juga memberi kesempatan guru untuk melanjutkan pendidikan magister. Saat ini, ada lima orang yang sedang menempuh pendidikan tersebut. Sedangkan yang sudah menyelesaikan pendidikan ada 16 orang.
”Kami juga membuka peluang bagi anak-anak yang ingin bekerja di luar negeri. Kami memiliki kerja sama program keperawatan dengan salah satu mitra,” imbuhnya.
Melalui pembekalan dan pelatihan bahasa, sebanyak 29 lulusan telah diberangkatkan untuk bekerja ke Jepang pada tahun lalu. Meski mengutamakan lanjut bekerja, SMK Mutu juga memfasilitasi peserta didik untuk lolos ke perguruan tinggi negeri (PTN).
“Tahun ini, ada 50 anak yang berhasil diterima di PTN ternama. Sehingga kami menjadi SMK swasta dengan capaian kelulusan PTN terbanyak,” imbuhnya.
Rata-rata lulusannya diterima di Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya, (Unesa), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Sebelumnya, ada yang bisa menembus Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sebagai wujud kepedulian sosial, sekolah tersebut juga dianugerahi predikat sebagai sekolah yang memberikan beasiswa terbanyak. Yakni 40 peserta didik yang menerima beasiswa pembiayaan penuh (fully funded). Program tersebut diberikan kepada anak yatim. Kemudian ada 500 peserta didik yang menerima subsidi pendidikan. Beasiswa tersebut diberikan kepada peserta didik berprestasi serta yang memiliki minat belajar tetapi kurang mampu secara ekonomi.
Tingginya kualitas layanan pendidikan berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB).
”Tahun ini kami mendapat sekitar 1.000 calon peserta didik baru. Mereka akan mengisi 14 jurusan,” pungkasnya.(yun/dan)
Editor : Mahmudan