Launching Produk Kombucha dan Obat Kumur Jadi Kado Dies Natalis Ke-18 FKG UB

A. Nugroho • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 13:49 WIB
LAUNCHING PRODUK: Perayaan Dies Natalis ke-18 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB).
LAUNCHING PRODUK: Perayaan Dies Natalis ke-18 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB).

MALANG, RADAR MALANG – Dua produk sekaligus menjadi kado istimewa perayaan Dies Natalis ke-18 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB). Fakultas ini resmi melaunching dua prototipe produk hasil riset dosen, kombucha teh bunga telang Florencha dan obat kumur bioaktif Acemdent.

Salah satu peneliti, Regina Putri Virgirinia, S.Si., M.Sc., D.Sc. memaparkan hasil risetnya soal pengaruh kombucha terhadap kesehatan rongga mulut. Dari sejumlah penelitian yang dilakukan timnya, kombucha berbahan bunga telang terbukti menjadi varian yang paling efektif sebagai agen antibakteri patogen rongga mulut dibanding varian lain yang diuji coba. “Dari beberapa jenis yang kami teliti, kombucha bunga telang ini yang hasilnya paling efektif. Selain itu meski sama-sama berkarbonasi, efek kombucha terhadap pengikisan permukaan gigi jauh lebih ringan dibanding soda,” ujar Regina.

SEMANGAT: Suasana perayaan Dies Natalis ke-18 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB).
SEMANGAT: Suasana perayaan Dies Natalis ke-18 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB).

Riset ini kemudian dikembangkan menjadi Florencha, minuman teh fermentasi berbahan bunga telang, teh hitam, gula, dan SCOBY. Dari ringkasan hasil penelitian, Florencha tercatat memiliki kadar total fenolik sebesar 55,62 mg GAE/100g dan kadar total flavonoid sebesar 7,31 mg EQ/100g, dengan sejumlah senyawa yang teridentifikasi seperti golongan antosianin (ternatin, cyanidin, pelargonidin), golongan flavonoid (rutin, quercetin, epicatechin, epigallocatechin gallate/EGCG), serta golongan fenolik (esculetin, asam fenolat, 4-hydroxybenzaldehyde). Dalam pengujian laboratorium secara in vitro, sampel Florencha juga menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis dan Streptococcus mutans, meski hasil uji in vitro tersebut belum secara langsung menunjukkan manfaat klinis pada manusia.

Produk ini dikembangkan oleh tim peneliti FKG UB yang terdiri atas Regina P S.Si., M.Sc., D.Sc., drg. Diena Fuadiyah, M.Si dan Dr. drg. Yuanita Lely Rachmawati, M.Kes berkolaborasi dengan Kenkocha, UMKM produsen kombucha lokal.

Sementara itu, produk kedua yang diluncurkan adalah Acemdent Bioactive Oral Rinse, obat kumur berbasis acemannan dari Aloe vera atau lidah buaya. Narasumber sekaligus peneliti, Dr. drg. Yuli Nugraeni, Sp.KG, menjelaskan bahwa riset produk ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2021. “Penelitian ini kami mulai sejak 2021, dan mahasiswa juga banyak terlibat di dalamnya. Fokus kami adalah bagaimana bahan-bahan alami bisa jadi basis utama obat kumur gigi,” ujar drg.Yuli
Acemdent dikembangkan melalui penelitian multidisiplin untuk mendukung kesehatan jaringan lunak rongga mulut secara alami dan aman. Beberapa keunggulan yang diklaim dari inovasi ini antara lain berbasis acemannan dari Aloe vera, didukung hasil penelitian terkait aktivitas antiinflamasi, serta telah melalui uji keamanan awal biokompatibilitas sehingga siap menuju tahap hilirisasi dan kemitraan industri. Proses pengembangannya mengikuti roadmap hilirisasi mulai dari penelitian dasar, formulasi prototipe, publikasi ilmiah, hak kekayaan intelektual (HKI), kemitraan industri, hingga produksi dan komersialisasi.

Acemdent saat ini berstatus research prototype dan belum diperjualbelikan secara komersial. Meski begitu, Acemdent sedang menjalankan proses untuk mengantongi izin paten, sehingga dapat menjadikan kedua produk ini bukan sekadar purwarupa, melainkan hasil riset yang telah diakui secara hukum dan siap menjajaki tahap kemitraan industri. Peluncuran produk ini menjadi bukti nyata bahwa riset di lingkungan FKG UB tidak berhenti di jurnal ilmiah, melainkan bisa sampai ke tangan masyarakat dalam bentuk produk siap pakai. (*)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Dies Natalis ke-18 FKG UB kombucha hki