Sambut 1.148 Mahasiswa Baru, Teras Budaya FIB UB 2026 Tekankan Integritas, Inklusivitas, dan Kemanusiaan di Era AI

A. Nugroho • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:49 WIB
-

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) menyambut 1.148 mahasiswa baru melalui kegiatan Orientasi Pendidikan (ORDIK) dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Teras Budaya FIB UB Tahun 2026, Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Atsiri tersebut menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, budaya organisasi, sistem pendidikan, serta nilai-nilai yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di FIB UB.

Rangkaian pembukaan dikemas dengan nuansa budaya yang menjadi identitas FIB UB. Acara diawali dengan Tari Remo dan fragmen pembuka bertajuk "Pandu Budaya", kemudian dilanjutkan dengan masuknya jajaran pimpinan fakultas ke lapangan upacara. Mahasiswa dan panitia selanjutnya bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya dan Mars FIB UB.

Dalam sambutannya, Dekan FIB UB, Sahiruddin, S.S., M.A., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa baru yang telah memilih FIB UB sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

“Terima kasih telah memilih FIB UB. Kami akan berjuang untuk memberikan yang terbaik,” ujar Sahiruddin.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa baru tidak hanya menandai dimulainya aktivitas perkuliahan, tetapi juga menjadi awal perjalanan mereka sebagai bagian dari komunitas akademik FIB UB.

Sahiruddin menjelaskan makna penggunaan nama “Teras Budaya” bagi kegiatan PKKMB FIB UB. Teras dianalogikan sebagai ruang pertama dalam sebuah rumah, tempat seseorang saling menyapa, mengenal, dan membangun kehangatan sebelum memasuki bagian rumah yang lebih dalam.

“Teras Budaya merupakan ruang awal yang kami siapkan untuk menyambut adik-adik mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar FIB UB,” jelasnya.

Melalui ruang awal tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada tradisi akademik, budaya intelektual, kehidupan kemahasiswaan, hingga nilai-nilai yang akan menemani proses pendidikan mereka selama berada di FIB UB.

-

Teras Budaya 2026 mengusung tema “PANDU BUDAYA: Mewujudkan Mahasiswa FIB sebagai Penggerak yang Akademis, Inklusif, dan Berdampak untuk Brawijaya Mendunia.” Tema tersebut menggambarkan harapan agar mahasiswa FIB UB tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai integritas, menghargai keberagaman, berani melakukan inovasi, dan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

Mahasiswa baru FIB UB angkatan 2026 juga diperkenalkan dengan nama angkatan “ARKANADHIKA”. “Arkan” dimaknai sebagai fondasi yang kokoh, sedangkan “Adhika” bermakna unggul dan mulia.

Nama tersebut sekaligus menjadi doa agar mahasiswa Angkatan 2026 dapat tumbuh menjadi generasi akademisi yang memiliki karakter kuat, menjunjung etika, terus melakukan inovasi, dan membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, hingga dunia.

Salah satu pesan penting yang disampaikan kepada mahasiswa baru berkaitan dengan perubahan besar yang sedang berlangsung akibat perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI).

Sahiruddin mengingatkan bahwa perkembangan AI telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia, mulai dari cara bekerja, belajar, hingga berkomunikasi. Namun, menurutnya, satu hal yang tidak boleh hilang di tengah perkembangan teknologi adalah nilai kemanusiaan.

FIB UB memandang teknologi sebagai alat yang seharusnya membantu dan memuliakan manusia. Karena itu, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan perspektif humaniora yang menghadirkan etika, kebijaksanaan, empati, serta kemampuan berpikir kritis.

“Kita tidak menolak kemajuan teknologi, tetapi kita juga tidak menerimanya secara membabi-buta. Justru di sinilah peran ilmu-ilmu humaniora: menghadirkan etika, kebijaksanaan, empati, dan refleksi kritis agar setiap inovasi tetap berpihak kepada manusia,” demikian pesannya.

-
Mahasiswa pun didorong untuk mampu berdialog dengan teknologi tanpa kehilangan nurani, memanfaatkan AI tanpa kehilangan kreativitas, menggunakan data tanpa kehilangan empati, serta menghasilkan inovasi yang tetap menjunjung martabat manusia.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa FIB UB yang mempelajari berbagai bidang bahasa, sastra, budaya, seni, antropologi, serta pendidikan. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, perspektif humaniora diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami tidak hanya apa yang dapat dilakukan dengan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi seharusnya digunakan secara bertanggung jawab.

Selain memberikan gambaran mengenai perubahan zaman, Dekan FIB UB juga menyampaikan lima pesan yang diharapkan menjadi pegangan mahasiswa selama menjalani kehidupan akademik.

Pertama, mahasiswa diminta menjaga integritas karena kejujuran akademik merupakan bagian dari harga diri seorang intelektual. Kedua, mahasiswa perlu memelihara rasa ingin tahu dengan tidak sekadar menerima pengetahuan, tetapi juga berani mempertanyakan, menelaah, dan menghasilkan gagasan baru.

Ketiga, mahasiswa perlu membangun budaya kolaborasi. Dunia saat ini membutuhkan individu yang mampu bekerja lintas disiplin, budaya, dan bangsa.

Keempat, mahasiswa diharapkan menjadi pribadi yang inklusif. FIB UB merupakan ruang perjumpaan berbagai bahasa, budaya, agama, serta cara pandang. Perbedaan tersebut harus dihormati karena dapat menjadi sumber pembelajaran dan perkembangan peradaban.

Kelima, mahasiswa diminta menjadi individu yang berdampak. Ilmu yang diperoleh selama kuliah tidak seharusnya berhenti pada capaian pribadi, tetapi perlu memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Prestasi bukan hanya tentang penghargaan, tetapi tentang kebermanfaatan,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan kepada mahasiswa baru.

-

Setelah pembukaan, rangkaian ORDIK dilanjutkan dengan berbagai materi yang dirancang untuk membantu mahasiswa memahami sistem pendidikan dan kehidupan kampus.

Materi pertama membahas selayang pandang FIB UB dan sistem akademik, termasuk kurikulum, Sistem Kredit Semester (SKS), serta evaluasi pendidikan. Mahasiswa kemudian mendapatkan materi mengenai aplikasi pendidikan seperti SIAM, beasiswa dan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Magang Berdampak, serta Satuan Kredit Kegiatan Mahasiswa (SKKM).

Mahasiswa juga diperkenalkan pada layanan perpustakaan serta materi mengenai penanganan pengaduan dan pengendalian gratifikasi. Rangkaian tersebut dirancang agar mahasiswa sejak awal memahami tidak hanya proses akademik, tetapi juga tata kelola dan berbagai layanan yang dapat mereka manfaatkan selama menjadi mahasiswa.

Kegiatan dilanjutkan dengan materi kepenulisan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Mahasiswa kemudian mengikuti Focus Group Discussion (FGD) dan mempresentasikan hasil diskusi secara bergiliran. Pada bagian akhir kegiatan, mahasiswa mengikuti sesi keprodian untuk mengenal lebih dalam program studi masing-masing.

Rangkaian Teras Budaya juga diisi dengan berbagai penampilan mahasiswa, termasuk finalis Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) pada kategori seriosa dan dangdut Melayu serta penampilan E-Lite Voice yang membawakan medley lagu-lagu daerah Nusantara.

Pada prosesi pembukaan, Dekan secara resmi membuka PKKMB FIB UB 2026 dengan pemukulan gong. Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan penyematan simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru dan pengucapan Ikrar Mahasiswa FIB yang dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik.

Jajaran pimpinan struktural FIB UB juga diperkenalkan kepada seluruh mahasiswa baru. Pengenalan tersebut diharapkan membantu mahasiswa memahami struktur organisasi fakultas sekaligus mengetahui pihak-pihak yang akan mendukung perjalanan akademik mereka selama menempuh pendidikan.

Teras Budaya pada akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan lingkungan kampus. Kegiatan ini menjadi titik awal pembentukan identitas mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar FIB UB.

Dengan diterimanya 1.148 mahasiswa baru pada tahun 2026, FIB UB mendapatkan generasi baru yang akan tumbuh di tengah perubahan sosial dan teknologi yang semakin cepat. Melalui nilai integritas, rasa ingin tahu, kolaborasi, inklusivitas, serta kebermanfaatan, mahasiswa Angkatan ARKANADHIKA diharapkan mampu mengembangkan kemampuan akademik tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.

Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam pembukaan Teras Budaya, perjalanan mahasiswa baru dimulai dari sebuah “teras”: ruang untuk saling mengenal sebelum memasuki rumah akademik yang lebih luas. Dari Teras Budaya inilah 1.148 mahasiswa baru FIB UB mulai mengenal rumah barunya, membangun persahabatan, menemukan jati diri, dan mempersiapkan perjalanan untuk menjadi generasi yang akademis, inklusif, dan berdampak. [dts/Humas FIB]

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
ORDIK AI fib ub PKKMB