
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Riset Sosial Humaniora Universitas Ma Chung melakukan audiensi sekaligus menyerahkan dokumen Naskah Kebijakan (Policy Brief) mengenai Model Tata Kelola UMKM Berbasis Budaya kepada UPT Pelatihan Dinkop UKM Provinsi Jawa Timur pada Jumat, 28 Agustus 2026
Naskah kebijakan tersebut merupakan hasil riset tim PKM RSH yang beranggotakan Silvie Gunawan, Maulida Tri Atmajayanti, dan Sherly Natalia Sunaryo dari Program Studi Digital Business Accounting, serta Andi Natan Kamil Azzumarzidan dari Program Studi International Business Management di bawah bimbingan Bagas Brian Pratama, S.Tr.Ak., M.Tr.Ak., CAAT. Riset mereka ini mengangkat nilai, istilah, dan refleksi budaya Jawa Sedulur Papat Limo Pancer sebagai perspektif dalam memahami serta membangun proses bisnis UMKM secara lebih kontekstual.

Audiensi ini berlangsung di UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dan diterima langsung oleh Kepala Seksi Pengembangan Pelatihan UPT Pelatihan Dinkop UKM Jatim, Bapak Doni Handoko Retrianto, S.E., M.Sos., Ak.,. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya tim peneliti untuk menindaklanjuti hasil penelitian dengan memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemangku kepentingan terkait.
Silvie Gunawan selaku Ketua Tim PKM RSH menjelaskan bahwa model tata kelola yang dikembangkan berangkat dari pemikiran bahwa pendekatan tata kelola tidak selalu harus disampaikan melalui istilah manajemen yang kaku.
“Dengan memanfaatkan nilai dan refleksi budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat, konsep-konsep seperti pembagian peran, hubungan antarbagian, pengendalian, tanggung jawab, hingga proses bisnis diharapkan dapat lebih mudah dipahami oleh pelaku UMKM,” jelasnya.
Kegiatan diawali dengan pemaparan hasil riset dan model tata kelola oleh tim PKM, kemudian dilanjutkan dengan sesi audiensi dan diskusi bersama pihak UPT Pelatihan Dinkop UKM Jatim. Dalam diskusi tersebut, Bapak Doni Handoko Retrianto, S.E., M.Sos., Ak.,. memberikan tanggapan positif terhadap pendekatan yang ditawarkan.

Menurutnya, penggunaan istilah dan refleksi Jawa dalam model tersebut berpotensi membantu pelaku UMKM membayangkan proses bisnis secara lebih konkret, sehingga konsep tata kelola yang selama ini cenderung kaku dengan pendekatan modern, dapat diterjemahkan ke dalam konteks yang lebih dekat dengan pengalaman mereka.
Melalui audiensi ini, tim PKM RSH Universitas Ma Chung berharap hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai kajian akademis, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi perumusan kebijakan pengembangan UMKM di Jawa Timur, khususnya dalam menjembatani pendekatan tata kelola dengan kearifan budaya lokal.
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang