MALANG KOTA, RADAR MALANG - Persiapan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) sudah dilakukan sejumlah sekolah. Salah satunya di SMA Negeri 1 Kota Malang.
Menurut Waka Kurikulum SMA Negeri 1 Kota Malang Supaat, persiapan sudah dilakukan sejak awal semester. Dimulai dengan mengintegrasikan soal-soal TKA di mata pelajaran sehari-hari.
Kemudian ada sosialisasi untuk proses pendaftaran. ”Dari total 338 siswa kelas 12, yang daftar TKA ada 337 siswa. Kalau tahun lalu dari 336, yang daftar 334 siswa,” sebut Supaat. Dia menambahkan, tidak semua siswa ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Seperti halnya tahun ini. Ada satu siswa yang tidak mendaftar TKA karena tidak ingin kuliah. Sementara siswa-siswi lainnya memutuskan untuk mengikuti TKA sebagai antisipasi jika ke depan pihak kampus menjadikan TKA untuk pertimbangan penerimaan mahasiswa baru.
Para siswa yang hendak mengikuti TKA itu diminta mendaftar sepekan sebelum penutupan. Dalam proses pendaftaran, para siswa juga mengisi form dan memilih mata pelajaran pilihan. ”Kebanyakan memilih Biologi, Matematika tingkat lanjut, Kimia, Fisika, sisanya Ekonomi, dan mata pelajaran lainnya. Sepertinya kebanyakan ingin melanjutkan kuliah di bidang kesehatan,” tutur Supaat.
Persiapan lainnya yang dilakukan yakni menyediakan pelajaran tambahan. Pelajaran tambahan dimulai 14 September lalu. Lewat persiapan yang sudah dilakukan, Supaat berharap capaian TKA tahun ini lebih baik. Terutama pada sejumlah mata pelajaran yang tahun lalu masih kurang maksimal.
Tak hanya sekolah negeri, sekolah swasta juga turut berpartisipasi dalam TKA. Misalnya saja SMA Katolik St Albertus (Dempo). Kepala SMA Dempo Antonius Sumardi menyatakan, seluruh siswa kelas 12 di tempatnya yang berjumlah 391 siswa bakal mengikuti TKA tahun 2026.
”Ini sebagai antisipasi penilaian untuk masuk kuliah,” ucap Antonius. Selain pendaftaran, para siswa juga sudah dipersiapkan untuk ikut TKA sejak kelas 11. Mereka dipetakan berdasar rencana studi lanjutan. Kemudian didampingi BK untuk menentukan mata pelajaran pendukung yang sesuai.
Selanjutnya, sejak awal pembelajaran di kelas XII, mereka mendapat pendampingan khusus dari guru mata pelajaran pilihan. Itu dilakukan lewat jam pembelajaran yang sudah diatur oleh kurikulum. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra