JOHOR BAHRU – Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya (UB) terus memperluas jejaring riset internasional. Melalui Program Dosen Berkarya (DOKAR) 2026 skema Joint Research and Publication, tim dosen FILKOM UB melaksanakan kegiatan kolaborasi di Faculty of Computing (FC), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Johor, Malaysia, pada 14–16 Oktober 2026.
Kolaborasi ini mengusung tema Artificial Intelligence in Healthcare, yaitu pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) untuk mendukung layanan kesehatan. Tema tersebut sejalan dengan komitmen UB mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, dan SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Luaran utama program ini adalah dokumen Implementation of Agreement (IA) antara FILKOM UB dan FC UTM. Dokumen tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak, yaitu Dekan FILKOM UB dan Dekan Faculty of Computing UTM, Prof. Dr. Azlan bin Mohd Zain. IA ini menjadi payung resmi bagi seluruh kegiatan kolaborasi kedua fakultas.
Kerja sama ini juga tidak berhenti di atas kertas. Saat ini, kedua institusi menjalankan riset bersama (joint research) dan publikasi bersama (joint publication). Paper yang ditulis bersama oleh peneliti FILKOM UB dan FC UTM telah melewati tahap review pertama di jurnal internasional. Versi revisinya kini sudah dikirimkan kembali (submitted revised paper) dan sedang menunggu keputusan redaksi jurnal.
Tim Peneliti Kedua Institusi
Tim FILKOM UB diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Lailil Muflikhah, S.Kom., M.Sc. Anggotanya terdiri atas:
- Dr. Candra Dewi, S.Kom., M.Sc., Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komputer FILKOM UB;
- Yuita Arum Sari, S.Kom., M.Sc., Ph.D.; dan
- Sigit Adinugroho, S.Kom., M.Kom., Ph.D.
Dari pihak mitra, kolaborasi ini diwakili oleh Prof. Dr. Mohd. Murtadha bin Mohamad dari Faculty of Computing UTM. Perpaduan keahlian kedua tim di bidang kecerdasan artifisial, pembelajaran mesin, dan pengolahan data menjadi modal utama untuk menghasilkan riset yang bermanfaat bagi sektor kesehatan.
Disambut Pimpinan Faculty of Computing UTM
Rangkaian kegiatan dibuka dengan pertemuan bersama jajaran pimpinan FC UTM. Koordinator International Office, Dr. Muhammad Iqbal Tariq bin Idris, menyambut rombongan FILKOM UB sekaligus bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya acara.
Dekan Faculty of Computing UTM, Prof. Dr. Azlan bin Mohd Zain, kemudian memaparkan program-program akademik UTM. Ia juga menguraikan berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama FILKOM UB, baik di bidang riset, publikasi, maupun pendidikan pascasarjana.
Kedua pihak sepakat bahwa tantangan di bidang kesehatan, seperti deteksi dini penyakit dan keterbatasan tenaga medis, membutuhkan dukungan teknologi. AI dipandang mampu membantu menjawab tantangan itu melalui analisis data medis yang lebih cepat dan akurat.
Meninjau Laboratorium dan Capaian Riset
Usai rapat, tim FILKOM UB diajak meninjau ruang showcase FC UTM. Dipandu langsung oleh Prof. Murtadha, tim memperoleh gambaran menyeluruh tentang laboratorium dan kelompok riset (research group) yang ada di fakultas tersebut.
Prof. Murtadha menjelaskan berbagai aktivitas riset dan capaian FC UTM, termasuk kerja sama dengan sejumlah universitas di berbagai negara. Peninjauan ini memberi tim UB gambaran jelas tentang bidang riset yang paling potensial untuk disinergikan, khususnya AI untuk kesehatan.
Caption foto: Tim FILKOM UB meninjau ruang showcase Faculty of Computing UTM.
Paparan Riset Disambut Antusias
Agenda berikutnya adalah diskusi dengan para ketua grup riset FC UTM. Dalam sesi ini, tim FILKOM UB memaparkan hasil-hasil riset mereka di bidang kecerdasan artifisial, terutama penerapannya pada bidang kesehatan.
Pemaparan tersebut mendapat sambutan antusias dari para peneliti UTM. Mereka menawarkan beberapa skema kolaborasi lanjutan, yaitu:
- Joint research, riset bersama antara peneliti kedua institusi;
- Joint publication, publikasi ilmiah bersama di jurnal internasional bereputasi;
- Joint supervision, pembimbingan bersama mahasiswa pascasarjana, khususnya jenjang doktor; dan
- Book series, penulisan buku bersama yang melibatkan universitas dari tiga negara berbeda.
Implementation of Agreement Ditandatangani Dua Dekan
Luaran terpenting dari Program DOKAR 2026 ini adalah ditandatanganinya Implementation of Agreement (IA) antara FILKOM UB dan Faculty of Computing UTM. Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dekan FILKOM UB dan Dekan FC UTM, Prof. Dr. Azlan bin Mohd Zain.
IA merupakan dokumen kerja sama tingkat pelaksanaan. Dokumen ini menerjemahkan komitmen kerja sama menjadi kegiatan konkret yang dijalankan kedua fakultas. Dengan adanya IA, skema-skema kolaborasi yang dibahas selama kunjungan memiliki dasar resmi untuk dilaksanakan dan dikembangkan.
Ruang lingkup kerja sama yang diwadahi IA ini meliputi:
- Riset bersama di bidang kecerdasan artifisial, khususnya untuk kesehatan;
- Publikasi ilmiah bersama di jurnal internasional bereputasi;
- Pembimbingan bersama mahasiswa pascasarjana (joint supervision); dan
- Penulisan buku bersama (book series) yang berpeluang melibatkan mitra dari negara ketiga.
Penandatanganan IA ini memperkuat posisi FILKOM UB dalam jejaring akademik internasional. Kerja sama dengan UTM, salah satu universitas teknik terkemuka di Malaysia, juga membuka peluang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa FILKOM UB untuk terlibat dalam riset bertaraf global.
Paper Bersama Masuk Tahap Revisi
Di bawah payung IA tersebut, dua skema kerja sama sudah berjalan, yaitu riset bersama dan publikasi bersama. Selama dan setelah kegiatan pada 14–16 Oktober 2026, tim FILKOM UB dan FC UTM bekerja sama mengembangkan metode kecerdasan artifisial untuk persoalan kesehatan.
Hasil riset itu dituangkan dalam sebuah paper yang ditulis bersama oleh peneliti kedua institusi dan dikirimkan ke jurnal internasional. Paper tersebut telah melalui proses review pertama oleh reviewer jurnal. Tim kemudian memperbaiki naskah sesuai masukan reviewer dan mengirimkan kembali versi revisinya. Status paper saat ini adalah submitted revised paper.
“Kecerdasan artifisial punya peluang besar untuk membantu deteksi dini penyakit dan mempercepat layanan kesehatan. Penandatanganan IA oleh kedua dekan menjadi dasar yang kuat bagi kerja sama kami dengan UTM. Paper bersama kami sudah melewati review pertama dan revisinya sudah kami kirim, semoga segera diterima dan terbit,” ujar Prof. Lailil Muflikhah selaku ketua tim.
Menurutnya, skema joint supervision juga akan sangat bermanfaat bagi Program Doktor Ilmu Komputer FILKOM UB. Mahasiswa doktoral dapat dibimbing bersama oleh pakar dari dua negara, sehingga kualitas penelitian dan jejaring akademik mereka meningkat.
Kontribusi terhadap SDGs
Kolaborasi FILKOM UB dan UTM ini mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang menjadi prioritas UB.
- SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Riset AI untuk kesehatan diarahkan pada deteksi dini penyakit, pendukung keputusan klinis, dan layanan kesehatan yang lebih cepat serta terjangkau.
- SDGs 4: Pendidikan Berkualitas. Publikasi bersama, joint supervision, dan book series memperkuat mutu pendidikan pascasarjana dan menambah sumber belajar bagi mahasiswa kedua negara.
- SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Penguatan kompetensi AI bagi dosen dan mahasiswa menyiapkan talenta digital yang dibutuhkan industri kesehatan dan teknologi.
- SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Implementation of Agreement yang ditandatangani dekan kedua fakultas menjadi wujud nyata kemitraan global antara Indonesia dan Malaysia, yang berpeluang melibatkan negara ketiga.
Selain itu, pengembangan teknologi AI juga berkontribusi pada SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Langkah Selanjutnya
Kegiatan DOKAR pada 14–16 Oktober 2026 menjadi pijakan awal kerja sama jangka panjang antara FILKOM UB dan FC UTM, yang kini dikukuhkan melalui Implementation of Agreement. Sambil menunggu keputusan jurnal atas paper revisi, kedua pihak menyiapkan riset lanjutan, skema pembimbingan bersama mahasiswa doktoral, serta penjajakan book series dengan mitra dari negara ketiga.
Melalui Program DOKAR, UB terus mendorong dosennya berkarya dan berjejaring di tingkat global. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen UB dalam mewujudkan SDGs, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan kemitraan internasional.
Editor : Kholid Amrullah