Gedung RINOV FILKOM UB Resmi Dibuka, Siap Jadi Pusat Pengembangan Riset

MALANG KOTA – Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya (UB) resmi membuka Gedung Riset dan Inovasi (RINOV), Rabu (28/10). Peresmian ini menandai langkah baru FILKOM UB dalam memperkuat ekosistem penelitian dan pengembangan teknologi, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Gedung yang berlokasi di lingkungan FILKOM UB tersebut diresmikan oleh Rektor UB Prof. Widodo melalui prosesi yang berlangsung pada Rabu pagi. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan gedung untuk melihat fasilitas yang disiapkan bagi pengembangan riset dan inovasi.
Rektor UB Prof. Widodo menyampaikan, keberadaan Gedung RINOV menjadi bagian penting dalam pengembangan penelitian, khususnya di bidang teknologi informasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut perlu terhubung dengan berbagai disiplin ilmu untuk menjawab persoalan yang semakin kompleks.
“Research center ini akan menjadi hub, menjadi bagian penting untuk transformasi. FILKOM tidak berdiri sendiri, tetapi berkolaborasi dengan berbagai bidang keilmuan yang ada di UB,” ujarnya.
Ia berharap, Gedung RINOV tidak hanya menjadi pusat kegiatan riset internal fakultas, tetapi juga berkembang sebagai ruang kolaborasi dengan para ilmuwan dari bidang lain serta mitra industri. Gedung tersebut juga diproyeksikan mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) untuk menghasilkan inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan lebih luas.

Sementara itu, Dekan FILKOM UB Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., menjelaskan pembangunan gedung dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada Juli 2024 hingga Januari 2025, sedangkan tahap kedua dimulai pada Maret 2025 dan berlanjut hingga Oktober 2026.
Total anggaran pembangunan fisik mencapai sekitar Rp 79 miliar, terdiri atas lebih dari Rp 44 miliar pada tahap pertama dan lebih dari Rp 35 miliar pada tahap kedua. Meski pembangunan gedung telah rampung, pengadaan peralatan untuk menunjang aktivitas riset masih akan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas dan anggaran yang tersedia.
Tri Astoto menegaskan, pengembangan Gedung RINOV juga perlu diarahkan agar memberikan manfaat bagi industri dan masyarakat. Karena itu, FILKOM UB tengah merevitalisasi laboratorium sekaligus mempertajam fokus riset agar selaras dengan perkembangan teknologi.
“Keberadaan gedung ini juga harus mendukung pendidikan mahasiswa, sehingga mereka memiliki bekal yang cukup sebagai talenta-talenta digital ke depan,” jelasnya.



