MALANG - Di tengah maraknys tren jajanan kekinian yang kurang sehat, Institut Teknologi Kesehatan Malang Widya Cipta Husada (ITKM WCH) berkolaborasi dengan sekolah di Kabupaten Malang untuk memberikan edukasi tentang smart snack. Program tersebut merupakan bantuan untuk Pengembangan Model Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi Berbasis Proyek Tahun 2025 dari Ditjen Belmawa Kemendikti Saintek.
Salah satu program tersebut adalah memberikan edukasi kepada siswa terkait dengan smart snack. Pada program tenabur ITKM WCH berkolaborasi dengan SMAN 1 Kepanjen dan terbukti berhasil menumbuhkan kesadaran gizi di kalangan siswa sekolah.
Edukasi smart snack dipilih sebagai satu program karena berdasarkan dari takta Riskesdas 2018, yang mengungkap bahwa lebih dari 30 persen remaja Indonesia gemar mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak setiap hari. Kondisi tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan angka obesitas remaja dari 8.3 persen pada 2013 menjadi 11.9 persen pada 2018, serta gangguan kesehatan seperti maag dan kelelahan.
Berdasarkan hal tersebut ITKM WCH bersama SMAN 1 Kepanjen mengubah kebiasaan ngemil para siswa melalui pendekatan yang edukatif, menyenangkan, dan aplikatif. Kami menerapkan pendekatan holistik, melibatkan siswa, guru, orang tua, hingga pengelola kantin sekolah," jelas salah satu mahasiswa ITKM WCH.
Tidak hanya berupa sosialisasi teori, kegiatan ini juga menghadirkan demo pembuatan puding buah rendah gula sebagai contoh nyata camilan sehat. Menggunakan bahan alami seperti agar-agar, buah segar, dan pemanis rendah kalori, puding tersebut menjadi alternatif ringan namun tetap lezat dan menyehatkan.
Antusiasme siswa pun tinggi. Ternyata camilan sehat bisa seenak ini!
Sekarang saya lebih suka puding buah daripada snack instan, sar salah salu sawa sambi tersenyum. Para mahasiswa ITKM WCH berperan aktif dengan mengintegrasikan prinsip gizi seimbang dalam kegiatan sekolah serta mendorong kantin menyediakan menu sehat.
Edukasi gizi yang dikemas secara interaktif terbuka jauh lebih efektif dibanding metode ceramah biasa. Pada hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memahami konsep gizi, tetapi juga mengubah perilaku mereka secara nyata. Berdasarkan tahun perubahan perilaku Sockirman (2015), peserta program telah mencapai tahap praktis yaitu konsisten menerapkan kebiasaan memilih dan membuat camilan sehat. Dampaknya terlihat dan peningkatan konsentrasi belajar dan semangat akademik.
Atas keberhasilannya program Pilih "Smart Snack" Wujudkan Generasi Emas" direkomendasikan untuk diterapkan di sekolah lain sebagai upaya mencegah obesitas dan membangun kebiasaan makan sehat di kalangan remaja Indonesia. Langkah kecil ini mendukung terciptanya generasi emas yaitu generasi yang unggul, sehat, cerdas, dan produktif. (ITKM WCH)
Artikel ini ditulis oleh WYSSIE IKA SARI, M. SALAS MUHARRONIM ASYURO, ISHAINY NUR KARRULYNA, dkk
Editor : A. Nugroho