Keduanya yakni Timotius Harman, 22, dari program studi (prodi) teknik sipil angkatan 2020, dan Agnesia Yulianthy, 21, mahasiswi prodi akuntansi angkatan 2020. Keduanya yang berboncengan menggunakan motor Kawasaki KLX mengalami kecelakaan di Jalan Raya Sengkaling, Kecamatan Dau.
Setelah mengalami benturan keras, keduanya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kecelakaan. Ada dua versi kronologi kecelakaan itu. Versi pertama diceritakan Caca Aknova, salah satu warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kepada wartawan koran ini, dia mengaku melihat tiga pengendara motor melaju dengan kecepatan tinggi secara beriringan dari arah barat menuju timur. Dua motor dikendarai masing-masing oleh dua laki-laki. Satunya yakni motor Kawasaki KLX yang dinaiki dua korban. ”Saya melihat ketiganya naik motor seperti kenceng-kencengan,” tutur Caca.
Selanjutnya, dari arah timur muncul pengendara yang membawa motor matic. Diduga kaget, dua mahasiswa yang naik Kawasaki KLX hijau itu tak dapat menguasai laju kendaraan. Pengemudi motor matic yang berasal dari arah berlawanan masih bisa menghindar. Namun motor yang dikemudikan Timotius oleng.
Dia bersama Agnes lantas terjatuh dan meninggal tepat di depan showroom kendaraan 57 Maju Motor. ”Saya lihat mereka tidak menggunakan helm. Motornya juga tidak ada plat nomornya. Yang perempuan langsung meninggal karena terlempar dari motor, sementara laki-lakinya sempat sadar sebentar, lalu meninggal,” papar Caca.
Mispiani, salah satu relawan yang berada di lapangan mengatakan bila dua korban mengalami luka serius pada bagian kepala. ”Mereka memang tidak menggunakan helm,” jelas dia.
Kronologi versi kedua disampaikan Kepala Unit (Kanit) Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Malang Iptu Sunarko Rusbiyanto. Versi polisi menyebut jika motor Kawasaki KLX yang dinaiki dua korban bertabrakan dengan sebuah motor yang tidak diketahui jenisnya.
Tabrakan itu terjadi setelah motor yang dikendarai korban mendahului kendaraan roda empat. ”Motor (yang terlibat tabrakan) itu kini sedang dalam pencarian kami,” kata Sunarko. Setelah melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah ke Unit Forensik RSSA Malang, polisi langsung menyatakan bila perkara itu masuk dalam penyelidikan.
Upaya pengusutan dilakukan dengan mencari keterangan saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga siang kemarin. ”Kami perlebar pencarian rekaman CCTV-nya, karena di dekat lokasi tidak ada CCTV,” imbuh mantan KBO Satlantas Polres Malang itu. (mel/biy/by) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana