KOTA BATU - Petasan meledak dalam sebuah rumah di Kota Batu. Ini menambah rentetan peristiwa tersebut di Malang raya. Bila 11 Maret lalu terjadi di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, kemarin siang (21/6) terjadi di Kota Batu. Tepatnya di Jalan Mawar, RT 01 RW 4, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo.
Akibat petasan meledak yang terdengar pukul 12.30 itu, salah satu rumah warga mengalami kerusakan. Imam Santoso, Ketua RW 04 menyebut ada satu orang yang menjadi korban. Namanya Waluyo Tirto Nugroho. Usianya 28 tahun. Waluyo merupakan penghuni rumah yang mengalami kerusakan tersebut.
”Sekujur tubuhnya mengalami luka bakar (akibat petasan meledak). Bahkan rambutnya juga terbakar,” kata Imam. Setelah kejadian, korban langsung dibawa dari rumah di Kota Batu menuju Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Imam menambahkan, warga sekitar awalnya tak berani melakukan pemadaman.
Sebab mereka takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Warga lantas melaporkannya ke pihak kelurahan. ”Ada dua orang dari kelurahan tadi yang datang membawa apar,” imbuhnya. Selang beberapa waktu kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran datang dan melakukan proses pembasahan.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, area yang terdampak ledakan berukuran sekitar 10 x 8 meter. Atap yang terbuat dari seng tampak lepas dan meninggalkan bekas terbakar. Rumah yang terdampak itu berdekatan dengan industri pembuatan souvenir keramik. Beruntung, tempat itu tak terdampak.
Sementara itu, Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin mengatakan bila korban sudah menyewa rumah tersebut sejak bulan April lalu. ”Kabarnya hanya menyewa selama satu tahun,” kata dia. Korban juga diketahui tinggal seorang diri. Berdasar kartu identitasnya, diketahui bila korban merupakan warga Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Di TKP, Oskar menyebut bila petugas menemukan beberapa barang bukti. ”Ada bahan yang terindikasi kembang api, petasan, dan benang sumbu,” kata dia. Meski sudah mengarah ke bahan petasan, pihaknya belum berani memberi kesimpulan. Untuk memastikan penyebab ledakan, barang-barang bukti itu akan diteliti di laboratorium forensik Polda Jatim.
”Untuk korban berjumlah satu orang dan masih mendapat perawatan,” imbuh Oskar. Dia menyebut bila korban mengalami luka bakar sekitar 70 persen. Karena kondisi itu, korban juga masih belum bisa dimintai keterangan. (iza/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana