KABUPATEN – Pencarian dua bocah yang terbawa arus deras Sungai Brantas di wilayah Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, tiga hari lalu mulai membuahkan hasil. Rabu pagi (21/6), jenazah salah satu korban yang bernama Muhammad Rifki Satrio, 10, ditemukan di Dam Blobo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Menyisakan satu korban lagi, yakni Riski Putra Wijayanto, yang juga berusia 10 tahun.
Rifki ditemukan sekitar pukul 07.30. Tubuhnya mengambang dalam kondisi telentang di sisi barat dam yang membendung Sungai Brantas tersebut. Dia tersangkut di tumpukan sampah plastik dan daun.
”Yang pertama kali menemukan itu tim pemantau tepi sungai,” kata Komandan Tim Basarnas Surabaya Andy Pamuji kemarin. Tiga orang tim pencari langsung turun untuk melakukan evakuasi. Jenazah yang awalnya berada di dekat tumpukan sampah dipindah ke tempat yang dangkal menggunakan tali. Setelah itu dimasukkan ke dalam kantong jenazah untuk selanjutnya dibawa ke Unit Forensik RSSA.
Awalnya, tim evakuasi tidak berani memastikan identitas bocah yang ditemukan itu. Berdasar foto yang mereka bawa, jenazah itu sesuai dengan ciri-ciri Rifki. Namun beberapa orang yang ikut dalam pencarian mengidentifikasinya sebagai Riski.
”Di lokasi penemuan kami tidak bisa memastikan identitas jenazah yang ditemukan . Sampai akhirnya dari kamar jenazah menyatakan jika itu adalah Rifki,” kata Andy.
Bersamaan dengan evakuasi jenazah Rifki, proses pencarian terus dilakukan terhadap Risky Putra Wijayanto. Metodenya sama dengan proses pencarian yang dilakukan sejak Selasa lalu (20/6). Ada tim yang memantau tepi sungai, jembatan, serta turun ke air menggunakan ban atau perahu. Namun hingga pukul 16.50, bocah yang akrab dengan panggilan Putra itu tak kunjung ditemukan.
”Arus tetap deras dengan debit air yang surut karena flushing Bendungan Sengguruh. Belum ada tanda-tanda korban kedua terlihat sampai pencarian hari kedua dihentikan,” ujar Andy. Pencarian akan dilanjutkan kembali hari ini mulai pukul 07.00.
Sementara itu, jenazah Rifki langsung diambil keluarganya setelah proses visum selesai. Selanjutnya dilakukan pemakaman di TPU Kutobedah, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing. ”Ikut alamat asli orang tuanya. Karena di Bumiayu hanya mengontrak,” kata Kapolsek Kedungkandang Kompol Agus Siswo Hariyadi. (biy/fat)
Editor : Fathoni Prakarsa Nanda