KABUPATEN – Kebakaran yang melanda salah satu toko dan gudang mebel di Jalan Cokroaminoto, Desa Wajak, Kecamatan Wajak Kabupaten Malang.
Kepanikan akibat kebakaran pun melanda warga sekitar Pasar Wajak Kabupaten Malang kemarin pagi (13/9).
Kerugian material akibat kebakaran di Wajak Malang itu diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.
Kebakaran mulai terlihat pada pukul 09.30 di toko dan gudang mebel milik Suryadi.
Api cepat membesar lantaran barang-barang di dalamnya sangat mudah terbakar.
Seperti kayu dan styrofoam.
Kuat dugaan kebakaran itu terjadi akibat korsleting listrik.
”Waktu itu saya mendengar ada pekerja bangunan teriak-teriak. Saya pikir terjadi kecelakaan. Ternyata ada toko yang terbakar saat saya lihat dari jalan,” ujar Bayu Bahardyah, salah seorang pemilik toko di kawasan tersebut.
Empat unit mobil damkar yang tiba langsung berusaha melakukan pemadaman.
Karena api sudah terlalu besar, hampir seluruh seluruh isi toko dan gudang mebel yang menjadi satu itu ludes terbakar.
Bahkan api sempat merembet ke bagian belakang salah satu toko mebel kecil si sebelah kiri toko yang terbakar.
Pantauan Jawa Pos Radar Malang di lokasi kejadian, ada tiga toko lain yang terpaksa mengungsikan barang dagangan mereka lantaran takut terimbas api.
Yakni, satu toko mebel, satu toko pakaian, dan satu bengkel resmi sepeda motor.
”Begitu tahu ada kebakaran, warga dan sebagian pemilik toko mengevakuasi barang-barang dagangan,” imbuh Batu.
Akibatnya, banyak barang-barang mebel berupa lemari, kasur, perkakas elektronik lainnya yang ditaruh di tepi jalan.
Proses pemadaman cukup sulit mengingat akses menuju lokasi kejadian tidak terlalu besar.
Beberapa warga mencoba membantu melakukan pemadaman secara mandiri dengan menyiramkan air dari rumah.
Saat api sudah mengecil, tim damkar yang datang lebih dulu malah kehabisan air.
Ketika menunggu mobil damkar lain datang, api di bagian gudang penyimpanan malah membara.
Untuk mempermudah proses pemadaman, warga dan petugas membuat beberapa lubang di bagian atap.
Dari lubang yang terbentuk itu, petugas damkar akhirnya bisa menyemprotkan air ke titik api.
Proses pemadaman baru berakhir sekitar pukul 12.00.
Saat itu terlihat dengan jelas bahwa di dalam toko dan gudang yang terbakar banyak tumpukan kardus.
Ada juga bahan-bahan plastik, kayu, hingga styrofoam yang menumpuk.
Kabid Pencegahan dan Penanggulangan kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto mengatakan bahwa indikasi penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
”Untuk kerugian diperkirakan mencapai lebih Rp 1 miliar,” katanya. (pri/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana