Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gadis SMA di Malang Gantung Diri gara-gara Asmara

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 15 September 2023 | 19:00 WIB
ilustrasi gantung diri, seorang gadis SMA di Malang dilaporkan mengakhiri nyawanya sendiri karena patah hati
ilustrasi gantung diri, seorang gadis SMA di Malang dilaporkan mengakhiri nyawanya sendiri karena patah hati
Ada Surat Perpisahan dari sang Pacar di Kamarnya

MALANG KOTA – Seorang gadis, siswi kelas 10 salah satu SMA negeri di Kota Malang nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri pada Rabu malam (13/9), pukul 22.00.

Kuat dugaan bahwa gadis SMA 16 tahun asal Malang berinisial NAB itu gantung diri karena persoalan asmara.

Sebab, setelah kejadian gantung diri diketahui, pihak keluarga remaja SMA di Malang itu menemukan secarik surat ”perpisahan” yang diduga berasal dari pacar korban.

NAB ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan leher terlilit tali putih.

Posisinya di lantai dua rumah keluarganya yang masuk wilayah Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Sempat ada kesaksian bahwa korban bertengkar dengan pacarnya melalui telepon sebelum mengakhiri hidup.

Ketua RT di lingkungan NAB tinggal, Sokheh Yahya, mengaku mendengar teriakan ibu korban sekitar pukul 23.30.

Beberapa warga yang ikut mendengar teriakan itu mengira ada maling.

Tapi ibu korban terus menerus meneriakkan nama anaknya.

Ketika didatangi warga, ternyata NAB sudah terkapar lemas akibat gantung diri.

”Waktu saya sampai di rumah itu, anaknya sudah diturunkan oleh orang tuanya. Kondisinya sangat lemas,” ujar Sokheh.

Dia langsung menyarankan pihak keluarga segera membawa korban menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Saat itu juga NAB dilarikan ke Klinik Hasta Medika.

Namun, tim medis yang memeriksa menyatakan bahwa NAB sudah meninggal dunia.

Kepada tim medis, pihak keluarga menceritakan ada air seni yang menetes di bawah tubuh korban saat masih tergantung di tali.

Pihak klinik menyampaikan bahwa itu memang salah satu tanda jasad yang meninggal akibat bunuh diri.

Sokheh menambahkan bahwa dia menemukan secarik surat di kamar NAB.

Isinya seakan menggambarkan telah terjadi perpisahan antara siswi itu dan pengirimnya.

”Kita sudah lama saling mengenal. Semoga kamu terus hidup bahagia ke depannya. Begitu inti suratnya,” imbuh Sokheh.

Warga sekitar mengenal NAB sebagai pribadi yang pendiam dan ramah.

Ia kerap menjaga toko sembako milik keluarganya.

Ketika melayani pembeli, NAB dinilai selalu bersikap sopan.

Sementara itu, Kapolsek Kedungkandang Kompol Agus Siswo Hariyadi menjelaskan, pihak keluarga sama sekali tidak menduga NAB akan bunuh diri.

Sebab, sebelum peristiwa itu tidak pernah ada tanda-tanda yang mencurigakan.

”Pukul 21.30 korban masih turun ke lantai satu untuk ambil minum, lalu naik lagi,” terang dia.

Pada pukul 22.00, ibu NAB menerima telepon dari seseorang.

Pemilik suara di ujung sambungan telepon mengaku sebagai kakak dari pacar NAB.

Orang itu mengatakan bahwa NAB sedang sakit dan meminta ada keluarga yang mengecek di kamarnya.

”Akhirnya si ibu mendatangi kamar korban dan menemukan anaknya sudah dalam keadaan tergantung di kusen pintu,” ujar Agus.

Sang ibu langsung meminta tolong anggota keluarga lain untuk melepaskan jeratan tali di leher NAB.

Sayang, langkah itu terlambat, sehingga korban meninggal meski sempat mendapatkan perawatan medis.

”Keluarga korban menganggap kejadian itu sebagai musibah dan tak akan melakukan upaya hukum. Mereka juga tidak berkenan dilakukan visum terhadap jenazah,” tandas Agus. (kj2/biy/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#sma #malang #gantung diri