MALANG KOTA – Setelah dilaporkan hanyut terseret arus sungai Brantas pada Rabu lalu (18/10), kemarin Daffa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Jasad bocah 6 tahun asal Jalan Muharto, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang mengambang sekitar 30 meter dari lokasi hanyutnya korban.
Sebelum kejadian nahas tersebut, Daffa sempat meminta tidur bersama adik dan ibunya.
”Korban ditemukan pukul 06.10 oleh tim pencarian. Jasadnya mengapung tidak jauh dari TKP,” kata Kapolsek Kedungkandang Kompol Agus Siswo Haryadi kemarin.
Orang pertama yang menemukan adalah paman korban.
Mengetahui jasad korban mengapung, pamannya langsung menghubungi tim SAR dan relawan.
Jenazah dievakuasi, setelah itu langsung dibawa ke rumah duka.
Seperti diberitakan, korban dilaporkan hanyut sekitar pukul 13.00.
Pagi harinya, sekitar pukul 08.00, korban bersama dua temannya bermain di sekitar sungai Brantas.
Setelah itu mereka pulang, kemudian siang harinya dilanjutkan bermain lagi di tepi sungai.
Diduga terpeleset, korban hanyut terbawa arus sungai.
Sebelum hanyut, kedua temannya sempat memegang tangan korban.
Diduga karena derasnya arus sungai, tangan korban terlepas dan hanyut.
Gagal menyelamatkan korban, temannya melapor ke warga sekitar.
Kemudian laporan diteruskan ke pihak keluarga dan aparat kepolisian.
Sementara ayah korban, Fatkhurniawan menceritakan beberapa hal yang dia alami bersama anaknya sebelum kejadian nahas tersebut.
"Dia (korban Daffa) sempat bilang mau tidur bareng adik dan ibunya," katanya.
Fatkhurniawan mengatakan, korban sempat pamitan ke kakeknya sebelum bermain.
"Sempat bilang ke kakek. Katanya, kalau mau mencari aku, aku main di sungai," tambahnya.
Sebelum hanyut, dia mengatakan, perilaku korban tak seperti biasanya.
Berdasarkan informasi yang disampaikan guru korban, Daffa tampak pendiam, tidak seperti biasanya.
”Hari itu ia menjadi pendiam, bahkan bersalaman dengan gurunya. Padahal biasanya tidak begitu,” kata dia.(pri/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana