KEPANJEN – Bocah berusia dua tahun ditemukan tak bernyawa di pintu Syphon (pipa besar saluran air peninggalan Belanda) Kepanjen kemarin pagi (5/2).
Belakangan diketahui, bocah perempuan bernama Marhana itu merupakan anak perempuan yang mengidap gangguan jiwa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, jenazah bocah itu ditemukan sekitar pukul 06.00.
Awalnya ada penjaga syphon bernama Alfan Suaidi yang melakukan pembersihan rutin.
Dia menggunakan galah untuk mengangkat sampah yang terjaring di pintu masuk air.
Tiba-tiba galah yang dia gunakan menyangkut pada benda yang agak berat.
Awalnya tidak terlihat jelas. Alfan kemudian sedikit mengangkat benda tersebut menggunakan galah.
Dia sempat menduga benda tersebut adalah boneka karena sama sekali tidak dibalut pakaian.
Namun ketika diamati lebih dekat, benda itu ternyata mayat bayi perempuan.
Alfan tak berani mengambil jenazah tersebut.
Kebetulan, pada saat yang sama dia mengetahui anaknya melintas tak jauh dari pintu air syphon.
Sambil tetap menahan jenazah bocah itu dengan galah, Alfan meminta anaknya memanggil warga lain.
”Kalau diangkat sendirian, dia takut mayat bocah itu malah masuk ke talang menuju pipa,” terang Sadono.
Setelah beberapa warga datang, Alfan memberanikan diri untuk mengangkat mayat bocah itu.
Dengan tangan yang sudah dibungkus plastik, Alfan berhasil meraih kaki korban, kemudian mengangkatnya.
Penemuan mayat itu pun langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Sadono menambahkan, kemungkinan bocah itu belum begitu lama tenggelam.
Di sekujur tubuhnya juga tidak ditemukan luka.
Salah seorang saksi mata mengatakan bahwa ibu dari Marhana mengidap gangguan jiwa.
Sehari-hari bekerja sebagai pengamen di perempatan Kepanjen.
Marhana juga selalu dibawa ketika mengamen.
”Ibunya bukan orang asli daerah sini. Saya juga tidak tahu pasti sejak kapan dia mengamen di Kepanjen,” ujarnya.
Ibu korban juga diketahui sering mandi di sungai dengan membawa anaknya.
Tempat yang biasa digunakan ialah tangga menuruni sungai di dekat Jembatan Jalan Sumedang yang juga dekat dengan perempatan Kepanjen.
Ketika mandi, Marhana biasanya diletakkan di bagian atas tangga.
Hal itu kerap membuat masyarakat khawatir bocah perempuan itu terjatuh.
Warga menduga Marhana jatuh ke sungai pada Senin dini hari.
Saat itu ibunya mandi di tangga menuruni sungai di sebelah barat.
Hal itu diperkuat pengakuan salah satu warga yang melihat perempuan itu kebingungan dan berlari-lari sekitar pukul 01.30 hingga 02.00.
”Waktu itu warga tak paham kalau anak perempuan itu jatuh ke sungai. Sampai hampir pagi terlihat duduk di tempat dia biasa mandi,” terang salah seorang warga. (zal/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana