Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perahu Terbalik, Dua Orang Meninggal karena Tenggelam di Sungai Brantas Kalipare Malang

Fathoni Prakarsa Nanda • Selasa, 21 Mei 2024 | 17:03 WIB
GAGAL MANCING: Warga dan relawan mengevakuasi jenazah pemancing yang tenggelam di Sungai Brantas kawasan Dusun Cungkal, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare Kemarin
GAGAL MANCING: Warga dan relawan mengevakuasi jenazah pemancing yang tenggelam di Sungai Brantas kawasan Dusun Cungkal, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare Kemarin

KABUPATEN MALANG – Nasib nahas menimpa rombongan pemancing yang sedang menuju keramba di tengah Sungai Brantas kawasan Dusun Cungkal, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare Kemarin (20/5).

Perahu yang dinaiki empat orang itu tiba-tiba terbalik.

Dua orang tenggelam dan akhirnya meninggal dunia. 

Kapolsek Kalipare AKP Kukuh Purwono mengungkapkan, empat orang di atas perahu itu terdiri dari tiga pemancing asal Blitar dan satu pengemudi perahu.

Para pemancing terdata atas nama Bambang Sutikno, 45, Ahmad Afandi, 26, Samsul Arifin, 27.

Sementara pengemudi perahu bernama Arief Purwanto, 40, warga RT 1/RW 1 Desa Kalipare.

”Yang meninggal itu Arief Purwanto dan Bambang,” kata Kukuh.

Dia menjelaskan, para pemancing mulai menaiki perahu sekitar pukul 08.00.

Mereka menuju sebuah keramba di tengah sungai yang memang biasa digunakan untuk memancing.

Sempat muncul dugaan perahu yang mereka gunakan mengalami kebocoran, sampai akhirnya tenggelam.

Peristiwa itu diketahui pencari rumput yang sedang melintas di tepi sungai.

Saksi mata langsung berteriak dan meminta pertolongan kepada orang lain.

Warga yang datang sempat memberi pertolongan, tapi mereka hanya bisa menyelamatkan Samsul dan Ahmad.

Sedangkan Arif dan Bambang telanjur tenggelam.

Saksi mata lain berinisial AS mengatakan, saat itu dia berada di salah satu keramba yang jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

Warga Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare itu melihat penempatan posisi penumpang di atas perahu tidak berimbang.

”Terlalu berat di bagian depan,” katanya.

Perahu itu diperkirakan memiliki lebar sekitar 90 cm dan panjang sekitar 5,5 meter.

Tergolong kecil.

Menurut AS, tidak mudah untuk menaiki perahu berukuran kecil seperti itu.

Selain posisi yang imbang, penumpangnya juga harus tenang selama perjalanan.

Ketika bagian depan terlalu berat, bisa jadi air dari depan masuk ke dalam.

AS melihat perahu yang dinaiki para pemancing kemarin seperti mau putar balik karena oleng, kemudian para penumpangnya tercebur.

”Saya juga berteriak minta tolong. Warga berdatangan sekitar lima menit setelah kejadian untuk memberikan pertolongan,” katanya.

Ketika sampai di lokasi, ia melihat perahu terbalik dan satu orang berada di atasnya.

Sementara satu orang lainnya berhasil diraih warga lain.

Dan ternyata dua orang lainnya sudah tenggelam.

Setelah berhasil menyelamatkan dua orang, warga dan relawan melakukan pencarian korban tenggelam.

Total ada 50 orang yang dikerahkan untuk mencari dua korban di kedalaman sungai.

Dengan bantuan bambu dan jangkar, tubuh kedua korban akhirnya bisa ditemukan. 

Evaluasi selesai sekitar 10.00 evakuasi pun selesai.

Menurutnya AS, hingga saat ini cukup sering terjadi orang tenggelam di kawasan tersebut.

Setiap tahun selalu ada.

Dari yang bisa berenang maupun tak bisa berenang.

Karena itu, dia mengimbau agar para pemancing mengenakan pelampung.

”Kalau bisa letak keramba tidak terlalu ke tengah sungai,” tandasnya. (iza/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#perahu terbalik #kalipare malang #pemancing tenggelam #sungai brantas