Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Warga Mergosono Malang Bunuh Diri di Rel KA Sebrang Lapas Lowokwaru

Bayu Mulya Putra • Kamis, 13 Juni 2024 | 00:00 WIB
DALAMI MOTIFNYA: Jenazah HK, 68, warga Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang dievakuasi menuju RSSA Malang. Polisi menduga yang bersangkutan bunuh diri
DALAMI MOTIFNYA: Jenazah HK, 68, warga Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang dievakuasi menuju RSSA Malang. Polisi menduga yang bersangkutan bunuh diri

PERINGATAN! Tulisan ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda merasa dalam tekanan mental dan depresi, maka segera hubungi keluarga terdekat dan profesional.

MALANG KOTA - Sekitar dua menit, HK Kustiawan, 68, warga Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang sempat berdiam diri di dekat rel kereta api (KA).

Tepatnya di dekat Lapas Kelas I Malang, Kecamatan Lowokwaru.

Kesaksian itu disampaikan Tikta Handika, petugas JPL (Jalur Perlintasan Langsung) di sana.

”Tidak lama kemudian, yang bersangkutan berjalan dari selatan ke utara. Tepatnya mendekati patok 47 dan bersandar di tembok. Tapi posisinya masih di luar jalur perlintasan,” jelas Tikta.

Beberapa saat berikutnya dia mendengar terdengar suara sirine karena KA Penataran Surabaya – Blitar via Malang akan berangkat dari Stasiun Blimbing.

Karena kereta hendak melintasi JPL 68, perhatian Tikta tak lagi terfokus kepada HK.

Menjelang pukul 14.30, diketahui bahwa KA Penataran dengan tujuh rangkaian gerbong tersebut ternyata menabrak tubuh HK.

Namun, berdasar informasi yang diperoleh Tikta, HK sempat tidur di perlintasan KA.

”Setelah mengetahui ada orang (yang terlindas), kereta akhirnya berhenti. Kemungkinan yang bersangkutan terseret sekitar 150 meter,” sebut dia.

Tikta menyebut, selain jaket ojek online (ojol) berwarna hijau yang dikenakan korban, petugas juga mendapati identitas lengkap dari HK.

Ponsel dan dompet yang berisi KTP, SIM, serta STNK juga ditemukan petugas.

”Kami juga menemukan seperti potongan halaman buku yang berisi semacam primbon,” imbuhnya.

Salah seorang warga lainnya yang bernama Astutik mengungkapkan, dia sempat melihat HK berjalan dari utara.

Astutik menyebut bila korban sempat ngopi di salah satu warung di sana.

”Saya melihatnya samar-samar. Kebetulan kan rumah saya di dekat sana. Setiap ada bunyi sirine kereta, saya keluar karena di luar cucu-cucu saya main,” ucapnya.

Saat didekati, ternyata ada jenazah seorang pria yang dia temukan.

Tubuh korban tampak hancur.

”Bagian tubuhnya putus semua,” imbuh perempuan berusia 59 tahun tersebut.

Terpisah, Kapolsek Blimbing Kompol Octa Panjaitan menyebut bila dalam olah TKP sementara, dugaannya memang mengarah pada bunuh diri.

Kini, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk motif bunuh diri korban.

”Karena di lokasi kami hanya menemukan kartu identitas korban. Katanya juga bawa motor, tapi belum kami temukan,” terangnya.

Setelah dievakuasi, jenazah langsung sudah dibawa ke RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Sampai kemarin malam, polisi masih berupaya menghubungi pihak keluarga korban. (mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kereta api #Bunuh Diri Malang #mergosono #lapas lowokwaru