Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berserakan! Truk Tebu Kecelakaan, Terguling di Tanjakan Jalibar Kepanjen Malang

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 15 Juni 2024 | 19:00 WIB

 

MENUTUP JALAN: Gandengan truk dengan nopol S 8925 US terguling dan menumpahkan muatan tebu di Jalan Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, Kabupaten Malang, kemarin (14/6). 
MENUTUP JALAN: Gandengan truk dengan nopol S 8925 US terguling dan menumpahkan muatan tebu di Jalan Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, Kabupaten Malang, kemarin (14/6). 

KEPANJEN – Tikungan menanjak di Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, Kabupaten Malang kembali ”memakan korban” kemarin dini hari (14/6).

Sebuah truk gandeng bermuatan tebu yang melaju dari arah barat terguling ke sisi kiri.

Muatan truk itu tumpah dan menutup jalan.

Hingga menjelang tengah hari, bak belakang truk gandeng dengan nopol S-8925-US yang terguling itu masih belum bisa dievakuasi.

Besi bagian penyambung antara dua bak truk tampak melengkung.

Bodi gandengan truk yang terguling menutup lajur kiri jalan.

Sedangkan bagian depan truk menutup lajur kanan.

Akibatnya, kawasan itu tidak bisa dilalui kendaraan lain dari arah Barat.

Sopir truk Marsim Baimunik menjelaskan, kecelakaan tunggal itu terjadi pada pukul 01.00.

Saat itu dia membawa muatan tebu dari wilayah Kediri menuju PG Kebonagung.

”Sebelum melintasi jembatan dan tanjakan, saya pindah ke gigi dua,” kata warga Kecamatan Turen itu.

Truk sempat berjalan melintasi tanjakan dan jembatan.

Bahkan dia seperti tidak merasakan apa-apa saat posisi truk berada di tikungan.

Tapi, saat melirik kaca spion, Marsim melihat gandengan truk miring hingga akhirnya terguling ke kiri.

Marsim mengaku bingung mengapa truk yang dia kemudikan bisa terguling.

Pasalnya, kendaraan besar itu sama sekali tidak kekurangan tenaga.

Muatan yang dibawa juga tidak terlalu berat, hanya sekitar 33 ton.

Biasanya bisa mencapai 36-37 ton.

Setelah mendapati gandengan truk terguling, Marsim langsung memberi tanda agar pengemudi di belakang tahu telah terjadi kecelakaan lalu lintas.

Untungnya Jalibar memiliki dua jalur, sehingga lalu lintas bisa diarahkan ke jalur yang satunya (contraflow) untuk menghindari kemacetan.

Sementara itu, proses evakuasi dilakukan dengan menurunkan muatan tebu terlebih dahulu.

Kemudian besi penyambung bak truk yang melengkung dilepas.

”Gandengan yang terguling itu nanti bisa ditarik ke samping menggunakan truk agar kembali ke posisi normal,” jelasnya.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang, Ipda Andi Agung menduga gandengan truk terguling karena pengemudi belum menguasai medan.

”Pengemudinya belum pernah lewat jalur tersebut. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 13.30.,” bebernya. (iza/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#truk kecelakaan #jalibar #Kecelakaan di Malang