Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tangkal Laka Air, Wisatawan di Malang Selatan Diimbau Patuhi Rambu-Rambu

Mahmudan • Sabtu, 21 September 2024 | 19:00 WIB

 

DILARIKAN KE RSU PINDAD: Personel Satpolairud Polres Malang bersama nelayan Sendangbiru membantu memberikan pertolongan pada nelayan asal Pekalongan kemarin.
DILARIKAN KE RSU PINDAD: Personel Satpolairud Polres Malang bersama nelayan Sendangbiru membantu memberikan pertolongan pada nelayan asal Pekalongan kemarin.

KEPANJEN - Banyaknya kecelakaan (laka) air menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang.

Untuk menekan jumlah laka air, pihaknya mengimbau pengunjung mematuhi rambu peringatan di pantai.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang Zainudin mengatakan, wisatawan harus mematuhi papan imbauan yang sudah ada.

“Mematuhi jarak radius aman,” katanya kemarin.

Dia mengatakan, sebaiknya wisatawan mengetahui kemampuannya dalam berenang

Ketika mandi di pantai juga dianjurkan memakai pelampung.

”Jangan sendirian ketika bermain air,” kata dia.

Seperti diberitakan, Agustus hingga pertengahan September lalu terjadi tiga kasus laka air.

Kejadian pertama ialah pemancing terjatuh ke laut di wilayah Bantur pada 17 Agustus lalu.

Kemudian kejadian kedua seorang remaja 15 tahun terseret ombak ketika mandi di pantai Pancer, Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Minggu lalu (15/9).

Dan baru-baru ini seorang pemuda tenggelam saat mandi di sungai Kedung Darmo, Desa Wonorejo, Bantur Senin lalu (16/9).

Dia mengatakan, BPBD Kabupaten Malang memiliki beberapa langkah dalam pencegahan kecelakaan air di tempat wisata.

Pertama, pengawasan dan penegakan aturan.

Mereka terus berkolaborasi dengan pihak berwenang untuk memastikan semua fasilitas dan aktivitas di tempat wisata sesuai standar keselamatan.

Juga menyediakan informasi dan edukasi kepada pengunjung.

Baik berupa papan peringatan dan rambu jalur evakuasi serta titik kumpul.

Hal itu berguna untuk mengantisipasi bahaya di area perairan.

“Ke depan, kami ingin juga membuat spanduk, brosur, ataupun kampanye sosial dalam upaya pencegahannya,” katanya. (iza/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Rambu rambu #Diimbau #Patuhi #laka air #wisatawan #tangkal