Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Main Hujan-hujanan Jadi Petaka, Balita di Dampit Malang Meninggal setelah Masuk Selokan

Fathoni Prakarsa Nanda • Kamis, 21 November 2024 | 03:17 WIB
Petaka menimpa balita di Dampit Malang selatan, meninggal saat hujan hujanan dan jatuh ke selokan
Petaka menimpa balita di Dampit Malang selatan, meninggal saat hujan hujanan dan jatuh ke selokan

KABUPATEN MALANG - Rabu siang (20/11), bocah berinisial NNL, 4, warga Jalan Sumber Kembar, Kecamatan Dampit, meninggal setelah terpeleset dan masuk dalam selokan dekat rumahnya.

Jasad anak kedua pasangan Mokhamad Samsuri, 48, dan Suswanti, 42, itu ditemukan di Sungai Sumbertangkep, Dampit, 500 meter dari tempat korban terpeleset.

Musibah yang menimpa balita  itu terjadi sekitar pukul 12.00 siang.

Saat itu hujan deras melanda wilayah Kecamatan Dampit.

Korban baru pulang bermain dari rumah saudaranya dan masuk ke dalam rumah.

Namun, saat melihat ada teman-teman seumuran dirinya bermain hujan-hujanan di pinggir jalan, korban memutuskan ikut hujan-hujanan.

”Karena hujan deras, orang-orang dewasa memilih berada di dalam rumah. Sedangkan empat balita sepantaran itu bermain di pinggir jalan,” ujar Plt Lurah Dampit Nurul Afida.

Informasi yang dia himpun dari lokasi kejadian menyebutkan, korban terpeleset dan jatuh setelah bermain dan loncat-loncat di pinggir selokan.

Posisi selokan dan jalan tempat keempat balita itu bermain memang sedikit menurun.

Debit dan arus air di dalam selokan juga meningkat karena mendapat kiriman air dari desa bagian atas.

Saat itu, tante korban sempat keluar rumah dan melihat tangan korban melambai-lambai meminta tolong.

Namun, karena kondisi tante korban dalam keadaan sakit, dia tidak mampu menolong dan hanya berteriak-teriak meminta bantuan warga.

”Ayah korban sedang bekerja, sementara ibunya memasak air di dapur untuk anaknya mandi,” imbuh Nurul.

Warga yang mendengar teriakan minta tolong segera berlari ke lokasi kejadian.

Mereka berbagi tugas untuk mencegat korban di aliran-aliran air yang memungkinkan dilewati korban.

”Sekitar 30 menit setelah dimulainya pencarian, korban berhasil ditemukan. Bajunya tersangkut pohon dan tumpukan sampah. Lokasinya 500 meter dari tempat terpeleset,” ujar Kapolsek Dampit Iptu Ahmad Taufik Syafiudin.

Orang tua korban hanya bisa menangis pasrah melihat anak keduanya dievakuasi warga.

Sang ayah yang baru tiba di rumah setelah mendapat telepon dari keluarganya hanya bisa terduduk lemas dan terisak.

Sementara sang ibu masih bisa ikut memandikan serta mengafani jenazah anaknya. (aff/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Balita #dampit #malang