MALANG KOTA – Suyono, anggota Linmas yang bertugas di TPS 04 Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, lemas saat bertugas pada Rabu lalu (27/11).
Dia langsung dilarikan ke RSUD Kota Malang.
Namun, Pria berusia 54 tahun dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (28.11).
Korban diketahui sudah lama memiliki riwayat penyakit diabetes dan paru-paru.
Istri almarhum Suyono, Dwi Andriningtyas, mengatakan bahwa suaminya sudah pernah mengikuti skrining kesehatan.
Hasilnya, dia diperbolehkan bertugas membantu mengawal Pilkada 2024.
Dwi sebenarnya sudah meminta agar Suyono tidak bertugas di TPS.
“Tapi bapak bilang memiliki tanggung jawab dengan tugasnya dan tetap berangkat ke TPS,” ucapnya saat ditemui di rumah duka, Jalan Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, kemarin.
Saat tiba di TPS 04, kondisi Suyono semakin lemas.
Dia pun beristirahat. Salah seorang petugas lain yang merasa khawatir berinisiatif mengantarkan Suyono pulang.
Setibanya di rumah, Suyono mendapat pemeriksaan dari tim kesehatan Puskesmas Mulyorejo.
”Saat dicek ternyata gula darah bapak sudah 500 sekian. Akhirnya dirujuk ke RSUD Kota Malang pada Rabu (27/11),” terangnya.
Di luar dugaan, Suyono mengembuskan napas terakhir pada Kamis (28/11) sekitar pukul 16.45.
Kabar meninggalnya Suyono langsung mendapat respons dari Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan.
Kemarin (29/11), Iwan bersama perwakilan Forkopimda melakukan kunjungan ke rumah korban.
Pada kesempatan itu, Pemkot Malang memberikan santunan senilai Rp 42 juta dari BPJS Kesehatan.
Ada pula santunan dari Baznas Kota Malang.
Iwan juga akan berkoordinasi dengan Disdikbud Kota Malang untuk membicarakan dua dari empat anak Suyono yang masih sekolah.
”Kami akan mengupayakan bantuan pendidikan dan bedah rumah,” pungkasnya. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana