KABUPATEN – Hujan disertai angin kencang kembali memakan korban di Kabupaten Malang.
Dalam semalam, dua bencana sekaligus menimpa Kabupaten Malang.
Yakni longsor di Jalan Raya Duwet Kecamatan Tumpang dan pohon tumbang di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Kamis malam (26/12).
Hingga kemarin (27/12), evakuasi longsoran tanah belum rampung, sehingga arus lalu lintas masih terhambat.
Sekitar pukul 18.00, hujan deras disertai angin kencang menerpa Kecamatan Tumpang.
Karena hujan tak kunjung berhenti, empat jam kemudian, yakni pukul 22.45 terjadi tanah longsor di Jalan Raya Duwet.
Material tanah, rumput, dan bambu menutup hampir seluruh jalan.
“Karena cuaca masih eksrem, penanganan tanah longsor baru kami lakukan hari ini (kemarin, 27/12),” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin.
Proses evakuasi tanah longsor membutuhkan waktu kisaran lima jam.
Sebab tanah yang ambrol cukup banyak.
Evakuasi menggunakan satu unit ekskavator selesai kisaran pukul 15.00.
Di lokasi lain, hujan deras disertai angin kencang menerpa kawasan Desa Gubuklakah, Kecamatan Poncokusumo.
Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan sebuah pohon trembesi dengan diameter 50 sentimeter tumbang.
Pohon tersebut roboh menutupi jalan desa dan sempat menutup akses jalan selama dua jam.
Tinggi pohon yang mencapai 13 meter cukup menyulitkan warga untuk evakuasi.
Ditambah lagi hujan dan angin yang masih terus berlangsung hingga tengah malam.
Namun pada akhirnya patahan pohon berusia 12 tahun itu selesai dibersihkan.
Kepala Dusun (Kasun) Gubugklakah Heri Siswoyo menyebut kala itu angin dan hujan sangat kencang.
Hingga merobohkan pohon yang seharusnya masih bisa bertahan 10 tahun kedepan.
”Biasanya trembesi itu masa tanamnya sampai 25 tahun, tapi karena cuaca ekstrem jadi roboh dulu,” kata Heri. (aff/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana