Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Imbas Warung Ambrol, Pemkot Malang Siapkan Penertiban

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 22 Februari 2025 | 00:40 WIB
TAK JELAS PEMILIKNYA: Toko kelontong di Jalan S. Supriadi yang lantainya ambles dan menewaskan salah seorang penjaganya berada tepat di atas saluran air. (NABILA AMELIA/RADAR MALANG)
TAK JELAS PEMILIKNYA: Toko kelontong di Jalan S. Supriadi yang lantainya ambles dan menewaskan salah seorang penjaganya berada tepat di atas saluran air. (NABILA AMELIA/RADAR MALANG)

MALANG KOTA – Lantai sebuah toko kelontong di Jalan S. Supriadi, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, ambrol pada Rabu petang (19/2).

Akibatnya, penjaga toko yang berada di atas drainase itu jatuh dan terbawa arus deras air hingga meninggal.

Untuk mencegah kejadian serupa, pemkot berencana menertibkan bangunan di kawasan itu.

Sebelum ambrol, kawasan di sekitar lokasi kejadian sudah terlihat retak pada pagi hari.

Hal itu diungkapkan penjaga parkir Mie Gacoan, Agus Harianto. Kebetulan bangunan Mie Gacoan bersebelahan dengan toko kelontong yang lantainya ambrol.

”Memang ada tandatanda keretakan. Itu setelah ada truk pengangkut es yang parkir di sana,” katanya.

Kemudian hujan turun dengan deras pada sore hari.

Sekitar pukul 16.15, terdengar suara gemuruh dari dalam toko kelontong.

Ternyata lantai dan sebagian dinding toko kelontong itu ambrol dan jatuh ke saluran air.

Mengetahui kejadian itu, Agus langsung mendekat untuk mengecek kondisi toko kelontong.

Ternyata ada satu penjaga yang hanyut terbawa arus air dari saluran.

”Orangnya sudah tertimbun material dan tidak bisa diajak komunikasi,” jelas lelaki berusia 55 tahun tersebut.

Penjaga toko itu bernama M. Qoit, 23, warga Dusun Co. Gunung Barat, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan.

Sebelum toko yang dia jaga ambrol, Qoit berada di bagian depan.

Sedangkan di dalam warung terdapat rekan Qoit yang bernama Muhammad Rizal Fauzi.

Rizal selamat karena saat kejadian sedang berada di kamar.

Warga setempat pun segera melakukan evakuasi dan pencarian terhadap Qoit.

Sekitar 15 personel BPBD Kota Malang maupun kelurahan tangguh juga diterjunkan ke lokasi untuk mengeluarkan barang-barang dari dalam toko kelontong.

Menjelang pukul 17.30, jenazah Qoit ditemukan di aliran sungai sekitar Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun.

Jenazah itu langsung dibawa ke RSUD dr Saiful Anwar (RSSA), kemudian dipulangkan dan tiba di Kabupaten Pamekasan pada pukul 19.30.

Kejadian tersebut juga mendapat respons dari Pemkot Malang.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kristiyan Bagus Muryanto berencana menertibkan bangunan di kawasan itu karena menyalahi aturan dan membahayakan.

Saat ini pihaknya sedang bersurat ke Satpol PP Kota Malang untuk koordinasi pelaksanaan penertiban.

”Bangunan-bangunan itu tidak jelas siapa pemiliknya. Letaknya juga di atas saluran air,” tegasnya.

Bagus menambahkan, saluran di sana termasuk drainase perkotaan.

Sudah sejak lama pihaknya ingin melakukan perbaikan.

 Tapi selalu terkendala bangunan di atasnya. (mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Drainase #Ambrol #sukun #Kota Malang #Pemkot