KABUPATEN – Hujan disertai angin kencang yang menerjang pada Sabtu lalu (22/2) merusak 13 atap rumah warga di Desa Watugede dan Desa Banjararum, Kecamatan Singosari.
Mayoritas kerusakan terjadi pada atap rumah berbahan seng dengan rangka galvalum.
Proses seluruh atap rumah yang terdampak baru selesai kemarin (23/2).
Laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyebutkan, hujan deras disertai angin kencang melanda Perumahan Bumi Mondoroko Raya di Kecamatan Singosari sejak pukul 13.00.
Sekitar 1,5 jam kemudian, tiga rumah dilaporkan mengalami kerusakan pada atap.
Tapi kerusakannya tergolong ringan Rumah itu terdata milik Gita Candra Nuraini, 37, Nanik Suharyani, 49, dan Stepanus Rianto, 43.
Karena kerusakan yang terjadi tergolong ringan, perbaikan langsung dilakukan dan selesai pada malam hari.
”Setelah kami lakukan pendataan lagi, ternyata ada 10 rumah lain di Desa Banjararum yang juga mengalami kerusakan pada atap,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.
Kerusakan pada 10 rumah itu baru dilaporkan pada Minggu pagi (23/2), sekitar pukul 08.00.
Satu rumah berada di RT 01/RW 09 Dusun Tanjung, Desa Banjararum terdata milik Jamari, 62.
Kemudian enam rumah di RT 02/RW 09 milik Marta Purwati, 69, Siyami, 65, Ratemah, 60, Widodo Wicaksono, 31, Dulkapi, 70, dan Sahri, 52. Ada juga satu rumah di RT 03/RW 09 milik Tarmuji, 45.
”Yang terakhir rumah milik Sunariyah, 61, dan Saridi, 53. Seluruh atap yang rusak rampung diperbaiki pada siang hari dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 6 juta,” imbuhnya.
Melihat tingkat kerusakan yang tidak terlalu berat, perbaikan dilakukan melalui kerja bakti BPBD bersama warga dan perangkat desa.
Masing-masing rumah juga mendapat bantuan sembako dan terpal.
“Kemarin sudah kami lakukan penanganan sementara, menunggu update terbaru dari desa-desa,” ujar Plt Camat Singosari Wellem.
Dari 13 rumah itu, terdapat 38 warga yang terdampak.
Saat ini seluruh atap rumah yang terdampak sudah kembali normal. (aff/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana