SIDOARJO - Sudah 10 hari banjir menggenangi empat desa di Kecamatan Tanggulangin.
Warga pun mulai mengeluhkan kondisi kulit mulai terinfeksi hingga gatalgatal.
Total ada 1.497 warga yang mengeluhkan gejala tersebut.
Puskesmas Tanggulangin pun turun memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obatobatan.
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo Danang Abdul Ghani mengatakan, sejak 28 Februari atau saat banjir pertama puskesmas sudah turun ke sejumlah titik.
”Dengan ambulans kami keliling, ke sejumlah desa terdampak bergantian dari desa ke desa,” katanya.
Berdasarkan data Puskesmas Tanggulangin, hingga saat ini ada 2.323 orang yang memeriksakan diri dan mengeluhkan sakit.
Dari hasil pemeriksaan, penyakit yang banyak dikeluhkan adalah infeksi kulit.
Total ada 1.497 keluhan sakit infeksi kulit dan gatal-gatal.
Menurutnya, banyaknya infeksi kulit tersebut disebabkan paparan air banjir yang kotor.
Selain infeksi kulit, penyakit ISPA juga menjadi yang terbanyak kedua.
Jumlah keluhan warga terkait ISPA mencapai 307 kasus.
Danang mengatakan, selama banjir masih berlangsung, pihak Puskesmas Tanggulangin tetap turun ke sejumlah titik untuk memberikan pemeriksaan kesehatan.
“Tenaga kesehatan Puskesmas Tanggulangin sampai ada yang menggunakan motor trail untuk menjangkau titik yang masih tinggi,” jelasnya.
Di sisi lain, Camat Tanggulangi Sabino Mariano mengatakan masih akan terus memaksimalkan 35 pompa air yang tersebar di 10 desa di Tanggulangin.
“Pihak dinas juga sudah mengecek ke setiap pompa, pompa terus bekerja,” paparnya.
Warga pun turut membantu menguras air yang masuk ke rumahnya.
Di Desa Gempolsari, banjir sudah mulai surut di area jalan.
Namun di area permukiman yang kondisinya lebih rendah dari jalan, air masih menggenang.
“Di RW 03 Dusun Pologunting ini jalannya sudah kering, tapi rumah masih terendam air,” kata Kepala BPD Gempolsari Khusnu Karim.
Sedangkan di sejumlah RW lainnya juga masih terendam banjir.
Seperti di RW 04, air masih menggenang hanya saja sudah tidak setinggi beberapa hari sebelumnya.
“Airnya sudah berkurang. sebelumnya sentimeter, sekarang 20 sentimeter,” paparnya. (eza/uzi/adn)
Editor : A. Nugroho