Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rumah Lansia di Kelurahan Bareng Tergenang Banjir

Fathoni Prakarsa Nanda • Minggu, 9 Maret 2025 | 00:20 WIB
LANGGANAN: Mukini tak bisa berbuat banyak saat rumahnya tergenang air kemarin (7/3). Warga melakukan kerja bakti mengalirkan genangan ke saluran air setelah hujan reda. (DARMONO RADAR MALANG)
LANGGANAN: Mukini tak bisa berbuat banyak saat rumahnya tergenang air kemarin (7/3). Warga melakukan kerja bakti mengalirkan genangan ke saluran air setelah hujan reda. (DARMONO RADAR MALANG)

MALANG KOTA – Hujan deras yang mengguyur Kota Malang kemarin (7/3) memicu genangan di sebagian Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen.

Paling parah terjadi di Jalan Bareng Gang 2G, RT 14/RW 8.

Tak sedikit rumah warga yang terdampak, salah satunya milik Mukini.

Perempuan berusia 78 tahun itu tinggal di Jalan Bareng Gang 2G seorang diri.

Saat hujan kemarin, genangan sampai hampir mencapai perut Mukini.

”Saya sendiri di sini. Anak saya tinggal di tempat lain,” ungkapnya.

Ibu tiga anak itu pun kewalahan karena air sampai masuk ke dalam rumah.

Seluruh bagian rumah, mulai ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi terendam.

Mukini pun hanya bisa duduk di tempat tidur miliknya karena kondisinya sepuh.

Dia juga khawatir banjir lagi.

Ketua RT 14 Kelurahan Bareng Suciati mengungkapkan, genangan di Jalan Bareng 2G selalu muncul setiap hujan deras.

Tapi biasanya genangan itu cepat surut setelah hujan reda.

Jumlah keluarga yang terdampak genangan kemarin mencapai 120 KK.

Selain di RT 14, genangan juga melanda RT 1/RW 8, RT 1/RW 7, dan RT 13/RW 8.

Rumah-rumah warga di lokasi itu tergenang karena luapan aliran Sungai Brantas.

Bahkan pada 2023 lalu sempat terjadi banjir besar.

Kala itu air mencapai atap rumah warga.

”Kami biasanya hanya melakukan pembersihan rutin di sungai dan saluran agar sampah bisa mengalir dengan lancar. Karena kalau dilakukan normalisasi berpotensi menggerus tanah dan longsor,” jelas Suciati.

Terkait rumah salah satu warganya yang tergenang air, Suciati menyebut pihaknya tidak tutup mata.

Bantuan seperti bahan pokok juga rutin disalurkan kepada Mukini yang tinggal seorang diri.

”Anak-anak Bu Mukini juga terkadang datang untuk menengok dan bersih-bersih,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Bareng Wiwaha Krismahenda menjelaskan, menghadapi genangan dan banjir rutin di Kelurahan Bareng, pihaknya juga sudah beberapa kali mengajukan penanganan untuk saluran.

Tahun lalu pihaknya didorong untuk mengajukan pembangunan plengsengan sungai di sekitar Jalan Bareng.

”Tapi sampai sekarang belum bisa terealisasi karena ada prioritas pemerintah lainnya,” ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap memberikan atensi kepada warga yang rutin terdampak.

Kelurahan juga selalu mengimbau agar warga melakukan kerja bakti dan pembersihan sampah secara rutin agar terhindar dari banjir. (mel/fat)

Editor : A. Nugroho
#Banjir #genangan #Kota Malang #hujan deras #Bareng #lansia #Bencana