BIKIN GEGER: Warga ramai melihat proses evakuasi jenazah Mikhael Ekklesia Krisnanda ke RS Bhayangkara Porong Rabu (9/4) malam.
Dikenal Pribadi Tertutup, Motif Masih Gelap
SIDOARJO - Mikhael Mikhael Ekklesia Krisnanda ditemukan tak bernyawa di rumahnya pada Rabu (9/4) malam.
Diduga pemuda berusia 23 tahun itu mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.
Kondisi tersebut pertama kali diketahui oleh adiknya, Darrel Dana Dyaksa Krisnanda.
Malam itu, Darrel baru saja pulang kerja.
Dia sempat heran melihat lampu rumahnya belum dinyalakan.
”Setelah memarkir motor, saksi (Darrel) mengintip kamar korban dari celah jendela,” ujar Kapolsek Buduran Kompol Subadri kepada Jawa Pos kemarin.
Diluar dugaan, pemuda 19 tahun itu melihat pemandangan yang memilukan.
Miko, sapaan kakaknya, tampak tewas dengan posisi tergantung.
Darrel lantas mengabarkan temuannya ke tetangga.
Subadri menerangkan, tidak ada bekas kekerasan pada tubuh korban.
Unit Identifikasi yang dikerahkan ke lokasi memastikan nyawa korban melayang akibat bunuh diri.
”Murni gantung diri. Jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Porong. Keluarga menolak untuk dilakukan proses otopsi,” paparnya.
Dia menuturkan, korban mengakhiri hidupnya dengan tali tebal yang dililitkan ke atap.
Jarak pangkal kaitan dengan lantai 3 meter.
Di sebelah jenazah terdapat lemari plastik yang diduga dipakai pijakan oleh korban.
”Jarak antara kaki dengan lantai sekitar 40 sentimeter,” bebernya.
Subadri belum bisa memastikan alasan korban nekat gantung diri.
Miko disebut keluarganya pribadi tertutup.
Dia tidak pernah mengeluhkan permasalahannya.
Yang pasti, korban tinggal di rumah tersebut dengan ayah, adik kandung, dan ibu tiri.
Ketiganya sedang bekerja, korban di rumah sendiri.
Miko merupakan mahasiswa aktif salah satu kampus negeri ternama di Surabaya.
”Semester 10. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,” ujarnya.
Upaya mencari titik terang dengan mendalami ponsel korban belum bisa dilakukan.
Subadri mengatakan, ponsel nya terkunci dengan pengenal wajah.
Keluarga juga tidak mengetahui password-nya. (edi/uzi/adn)
Editor : Aditya Novrian