RADAR MALANG - Perayaan khas Tahun Baru Thailand berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia dan ekspatriat dengan berbagai kegiatan budaya yang memukau.
Pada 19 April 2025, suasana ceria menyelimuti kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, saat Kedutaan Besar Thailand di Indonesia menggelar Festival Songkran.
Festival Songkran tahun ini menjadi sangat spesial karena sekaligus memperingati 75 tahun hubungan diplomatik antara Thailand dan Indonesia.
Baca Juga: Songkran: Festival Meriah di Thailand yang Juga Dikenal Sebagai Tujuh Hari Berbahaya
Pengunjung disambut dengan tradisi penyiraman air ke patung Buddha sebagai simbol penyucian, yang menjadi pembuka acara.
Selain itu, bazar kuliner khas Thailand juga tidak ketinggalan dengan menawarkan hidangan autentik seperti pad thai, mango sticky rice, dan tom yum yang menggugah selera.
Puncak keseruan festival ini adalah di saat terjadinya perang air, di mana pengunjung saling menyemprotkan air menggunakan pistol air.
Baca Juga: K3S Sukun Gelar Halal Bihalal Sekaligus Pembukaan Festival hingga Olimpiade
Aktivitas tersebut menjadi ciri khas Songkran yang melambangkan kebersihan dan keberkahan untuk memasuki tahun yang baru.
Gelak tawa dan keceriaan memenuhi suasana, menciptakan momen penuh kebahagiaan di tengah hiruk-pikuk Jakarta.
Selain aktivitas tersebut, festival ini juga diisi dengan penampilan musik dan tarian tradisional Thailand, yang semakin memperkaya pengalaman budaya bagi para pengunjung.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Dorong Festival Kuliner Masif Digelar
Kedutaan Besar Thailand berharap dengan adanya acara ini dapat mempererat hubungan kedua negara melalui pertukaran budaya dan tradisi.
Untuk mengikuti festival Songkran ini, prosesnya cukup mudah. Pengunjung harus melakukan registrasi online melalui situs resmi mitra acara.
Harga tiket yang ditawarkan mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 100.000, tergantung pada paket yang dipilih.
Beberapa paket sudah ada yang termasuk akses bazar kuliner dan perlengkapan perang air seperti pistol air.
Festival ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya. (fi)
Editor : Aditya Novrian