BULULAWANG - Honda Beat yang dikendarai Kasiyanto, warga Kecamatan Penarukan, Kabupaten Situbondo, menabrak truk milik PLN di Jalan Raya Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, kemarin (22/4).
Pria berusia 57 tahun itu pun terpental dari kendaraannya dan mengalami pendarahan hebat di bagian kepala.
Sebelum tim medis datang, korban sudah meninggal di lokasi kejadian.
Kecelakaan tersebut berlangsung sekitar pukul 12.30.
Saat itu kondisi lalu lintas di Jalan Raya Krebet Senggrong memang padat.
Korban yang mengendarai Honda Beat putih dengan nomor polisi N 5693 IF melaju dari arah selatan menuju Kota Malang.
Saksi bernama Tomo, 73, melihat korban melaju dengan kecepatan tinggi.
Tomo juga melihat langsung kecelakaan tersebut karena terjadi persis di depan bengkel miliknya.
”Waktu itu mobil PLN menyeberang dari arah barat dan sudah berada di tengah jalan. Tapi kendaraan korban memang sangat kencang,” ujar Tomo saat ditemui di lokasi kejadian.
Setelah menabrak truk Hino dengan nomor polisi B 9280 PDF, korban langsung terpental dari kendaraannya.
Bahkan sepeda motor korban terlempar sejauh lima meter dari titik benturan.
Sementara tubuh korban berada di samping truk dengan kondisi kepala sudah mengalami pendarahan.
Seluruh kendaraan yang sedang melintas segera berhenti.
Kemacetan pun terjadi hingga lebih dari 300 meter.
Tomo bersama warga lain segera menutupi jenazah korban menggunakan kain seadanya.
”Barang-barang korban yang berserakan saya bereskan. Sepertinya korban bekerja sebagai tukang,” lanjut Tomo.
Di dalam tas korban memang terdapat alat pertukangan, seperti palu dan baju ganti.
Setelah tim medis datang, korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan.
Hasil olah TKP menyebutkan bahwa korban kurang berhati-hati saat mengendarai motor.
Kerusakan pada motor juga menunjukkan bahwa kendaraan roda dua itu dipacu kencang saat bertabrakan.
Bahkan serpihan bodi motor korban sampai terlempar ke bengkel milik Tomo.
“Diduga kuat pengendara Honda Beat kurang berhati-hati saat berkendara,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoirudin. (aff/fat)
Editor : A. Nugroho