Polisi Tunggu Salinan Rekaman CCTV dari Persada Hospital
"Terkait dengan salinan rekaman CCTV, sebenarnya kami sudah bersurat ke Persada Hospital.”
KOMPOL M. SHOLEH
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota
MALANGBaca Juga: Persada Hospital Minta Maaf Terkait Dugaan Pelecehan, Dokter Sudah Dinonaktifkan KOTA - Dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan dokter berinisial AYSP terus didalami polisi.
Rencananya, dokter yang pernah bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Persada Hospital itu bakal dipanggil pada pekan depan.
Untuk tanggal pastinya, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol M. Sholeh mengaku belum bisa memastikan.
Baca Juga: Geger! Judi Sabung Ayam Berujung Maut, 3 Polisi Tewas dan Oknum Brimob Jadi Tersangka!
Sebab saat ini, pihaknya masih menunggu salinan rekaman CCTV dari Persada Hospital.
”Terkait dengan salinan rekaman CCTV, sebenarnya kami sudah bersurat ke Persada Hospital,” kata Sholeh, kemarin (24/4).
Namun, pihaknya belum mendapat respons dari rumah sakit mengenai kapan salinan rekaman CCTV akan diberikan.
Kendati demikian, polisi sebenarnya sudah melihat rekaman CCTV.
Tepatnya saat bertandang ke Persada Hospital pada 21 April lalu.
”Salinan rekaman CCTV tersebut digunakan untuk mengungkap kebe naran kasus,” imbuh mantan Kapolsek Sukolilo tersebut.
Sholeh melanjutkan, sejauh ini pihak Persada Hospital juga kooperatif.
Itu ditunjukkan dengan komunikasi yang terus terjalin selama penanganan kasus.
Polisi juga sudah mengecek langsung ruang perawatan yang menjadi lokasi dugaan tindak pelecehan seksual.
Baca Juga: Dokter Cabul Malang Resmi Mengundurkan Diri sejak 21 April
Mereka juga sudah mem inta keterangan dari salah satu pegawai Persada Hospital yang berinisal AK.
Pegawai tersebut diketahui memahami pemeriksaan yang dilakukan AYSP terhadap korban asal Bandung, yakni QAR, 31.
Terpisah, penasihat hukum QAR Satria MA Marwan mengatakan, sejauh ini pi haknya belum mendapat kabar lagi dari Polresta Malang Kota.
Baca Juga: Masih Trauma, Korban Kedua Dokter Cabul Resmi Melapor ke Polresta Malang
”Tapi kami sudah berkomunikasi banyak dengan kuasa hukum Persada Hospital,” kata dia.
Satria menyebut kalau komunikasi dengan kuasa hukum Persada Hospital terjalin mulai 21 April sampai sekarang.
Komunikasi awalnya perihal permintaan maaf Persada Hospital kepada korban.
Pihaknya menghargai permintaan maaf tersebut.
Hanya saja, pihaknya meminta rumah sakit tetap menunjukkan tanggung jawab dengan tetap memperhatikan para korban.
”Pihak rumah sakit pun berjanji akan mengundang lagi dua korban. Namun belum tahu kapan,” terang nya.
Selebihnya, Satria berhadap aparat fokus kepada dokter AYSP.
Sebab, perkara itu juga menekankan tindakan yang dilakukan dokter AYSP secara pribadi. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian