Tiga Perempuan Terluka dan Dilarikan ke RS
MALANG KOTA - Jeritan dua perempuan terdengar nyaring di Jalan MT Haryono XI, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menjelang pukul 11.00 kemarin (24/4).
Saat dicek warga, dua perempuan yang mengendarai motor bersama dua bocah itu terluka akibat benturan dengan bagian belakang truk yang gagal menanjak dan mundur tak terkendali.
Satu bocah meninggal akibat terlindas roda truk.
Dua perempuan yang berteriak itu merupakan kakak beradik.
Yang mengemudikan motor bernama Rina Yustin, 40, warga Jalan Polowijen IV, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing.
Sedangkan sang adik bernama Jihan Riski Safira, 26, warga Jalan Dusun Kembang, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Keduanya berboncengan motor Honda Beat dengan nomor polisi N 6044 EDB.
Jihan menggendong anak perempuan Rina, yakni Ivo Mikhayla, 6.
Di atas motor itu juga ada satu bocah perempuan lain berusia 7 tahun yang bernama A. Rizky H.
Saat melintas di depan KZ Laundry, tiba-tiba di depannya ada truk yang berjalan mundur.
Truk Hino dengan nomor polisi L 8297 AH itu dikemudikan oleh Suwanto, 51, dari Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik.
Suwanto membawa muatan kapur olahan dan lisplang dengan berat total tujuh ton.
Suwanto ditemani dua orang, yakni Sabilillah, 34, dan Andik, 41.
”Muatan truk itu akan dikirim ke toko-toko bangunan di Kota Malang,” kata Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananto.
Karena tidak kuat menanjak di Jalan MT Haryono XI, truk itu akhirnya berjalan mundur.
Kemudian menabrak dua perempuan dewasa dan dua bocah perempuan yang berboncengan menggunakan satu motor.
Rina, Jihan, dan Rizky mengalami pendarahan pada bagian kaki kanan dan tangan.
Sedangkan Ivo meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala.
”Seluruh korban langsung dilarikan ke RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) menjelang pukul 12.00,” ungkap Anang.
Salah seorang warga bernama Hendra, 50, mengaku langsung keluar rumah begitu mendengar jeritan dua perempuan.
Saat dilihat, ternyata di depan rumahnya sudah tergeletak dua anak-anak dan satu perempuan dewasa.
”Truk itu terus mundur ke bawah dari tempat kejadian semula. Kurang lebih motornya terseret sampai 15 meter,” ungkap pemilik Poy Pixel Kost tersebut.
Menurut Hendra, di tanjakan itu memang kerap terjadi kecelakaan.
Tapi biasanya tidak parah.
Terkadang hanya benturan ringan antara mobil dengan kendaraan di belakangnya.
”Ini kecelakaan paling parah sampai menyebabkan korban jiwa,” katanya.
Dia menjelaskan, Jalan MT Haryono XI sebenarnya tidak boleh dilalui truk.
Bahkan sudah ada tanda larangan truk melintas yang diletakkan sebelum jembatan.
”Kalau yang saya dengar sih tadi kesasar karena Google Maps,” tandasnya. (mel/fat)
Editor : Aditya Novrian