PONCOKUSUMO – Tanah gerak yang terjadi di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang pada Minggu lalu (18/5) memakan korban Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menerima laporan dua rumah akibat tanah gerak.
Lokasinya di RT 03 RW 01 Pandansari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00.
Namun laporan masuk yang diterima BPBD kemarin siang (19/5).
”Petugas langsung melakukan asesmen dan pencarian keterangan,” ujar Sadono kemarin.
Peristiwa diawali dengan hujan deras yang melanda kawasan tersebut sejak beberapa hari sebelumnya.
”Karena tanah di lokasi sudah jenuh air, akhirnya tanahnya bergerak. Merusak dua rumah,” kata dia.
Dua rumah yang rusak itu adalah milik Yusuf dan Sumik.
Masing-masing rumah dihuni tiga anggota keluarga, sehingga totalnya enam orang.
Meski retak, mereka tetap menghuni rumah tersebut.
Dari pengamatan petugas, tanah ambles sedalam 20 sampai 30 sentimeter.
Meski bangunan masih berdiri, namun terjadi keretakan di sejumlah sudut.
Ada yang retak di bagian dapur, ruang tengah, dan kamar timur.
“Panjang retakan sekitar 7 meter dan lebar 4 sentimeter,” ucap Sadono.
Kejadian tanah bergerak merupakan kedua kalinya dalam setahun belakangan.
Sebelumnya, terjadi tanah bergerak di Dusun Bulurejo, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare pada 6 Januari lalu.
Pada waktu, retakan tanah memanjang sampai 300 meter dan menyebabkan tanah ambles sedalam 3 meter.
Empat rumah warga rusak.
“Khusus peristiwa di Kalipare itu sudah terlihat sejak 2016 lalu, tapi dulu belum parah. Setiap hujan deras pergerakan tanah akan terlihat,” tandas Sadono. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho