TIRTOYUDO – Dua desa di Kecamatan Tirtoyudo, yakni Pujiharjo dan Purwodadi diterjang banjir dan longsor, Kamis malam (22/5). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat 81 rumah terdampak. Sejumlah fasilitas umum (fasum) seperti jembatan dan akses jalan desa tertutup material longsor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, bencana di dua desa tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 14.30. ”Banjir dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.00 di Pujiharjo. Sebagai akibat dari luapan sungai tundo yang ada di sana,” terang dia kemarin (23/5).
Akibat luapan air sungai tersebut, 66 rumah terendam air setinggi 30 sampai 40 sentimeter. Luapan air kemudian meluas sampai ke desa tetangga di Purwodadi. Tujuh rumah terendam air dengan kedalaman air yang sama dengan di Pujiharjo.
Di saat yang sama, guyuran air hujan yang cukup intens menyebabkan sebuah tebing setinggi lebih dari 5 meter di Purwodadi longsor. Membawa material tanah dan menumbangkan pohon di atasnya. Longsoran tersebut menutup jalan dan mengenai delapan rumah.
“Kami belum mendapat laporan adanya kerusakan untuk rumah. Hanya material banjir dan longsor saja yang perlu dibersihkan,” ucap Sadono. Hujan baru berhenti sekitar pukul 19.00. Tapi air yang membanjiri permukiman tersebut baru surut sekitar pukul 00.00 dini hari kemarin (23/5).
Tidak terlihat tanda-tanda warga mengungsi. Walau demikian, bencana tersebut justru menyebabkan kerusakan pada fasum di RW 1 Pujiharjo. Berupa sayap jembatan yang ada di lingkungan RT 7 Pujiharjo ambles akibat tergerus banjir.
Lalu tiga titik tanggul sungai di RT 2, RT 6 dan RT 7 jebol. “Yang tanggul sungai ini dikhawatirkan bisa memberi dampak banjir bagi 180 KK di sekitar sana,” ucap Sadono.
Keesokan harinya tim gabungan melakukan pembersihan. Di antaranya melibatkan tim BPBD, TNI, Polri, dan dibantu warga sekitar.
Pembersihan dilakukan secara swadaya dan menggunakan alat berat. “Khusus di sungai itu butuh bronjong untuk menutupi area tepi sungai dengan panjang 200 meter itu,” ujar dia. Sementara kerugian materi masih dalam perhitungan.
Editor : A. Nugroho