SIDOARJO - Setidaknya ada lima desa di tiga kecamatan di Sidoarjo banjir kemarin (9/6). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo pun melakukan identifikasi titik banjir ada di Kecamatan Sidoarjo, Wonoayu, dan Candi. Salah satunya di Desa Jambangan, Kecamatan Candi. Jalan utama di sana tergenang banjir setinggi 30 sentimeter.
Tampak akses jalan alternatif Desa Jambangan ke Durungbedug terendam air. Sejumlah warga bahkan terpaksa mendorong kendaraan karena takut air masuk mesin motornya.
”Air mulai naik sejak malam karena semalaman hujan deras. Sempat reda sebentar tapi hanya surut sedikit,” kata Yadi, salah satu warga sekitar kepada Jawa Pos.
Selain di jalan utama, genangan juga terjadi di RW 04 Desa Jambangan. ”Di sana sempat masuk ke rumah warga juga,” imbuh pria 30 tahun itu.
Plt Kepala BPBD Sidoarjo Sabino Mariano mengatakan, pihaknya langsung melakukan pengecekan ke sejumlah wilayah terdampak.
”Kami lakukan pengecekan mulai dari Desa Sumberejo Kecamatan Wonoayu, terus ke Banjarbendo Kecamatan Sidoarjo, kami juga cek ke Desa Jambangan, kami berusaha menangani secara maksimal,” ujarnya.
Pihaknya turun langsung ke lapangan bersama tim untuk melakukan mitigasi dan pengukuran kedalaman. Menurutnya, dari sejumlah titik yang dipantau genangan air tidak terlalu tinggi, hanya berkisar 20 sampai 30 sentimeter.
”Banjir di beberapa titik masih tahap aman, tapi kami tetap siaga di lokasi-lokasi rawan,” ujarnya.
BPBD Sidoarjo juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo untuk mengatur volume air agar tidak meluber. Penanganan dikomando langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Fenny Apridawati yang ikut terjun meninjau Afvour Sidokare.
Menurutnya, hujan deras menyebabkan volume sejumlah sungai seperti Sidokare dan Pucang meluap dan menyebabkan genangan di sisi sepanjang alirannya. Volume sungai yang naik menurutnya merupakan kiriman dari Mojokerto dan Jombang yang airnya mengalir ke wilayah Sidoarjo.
”Kapasitas sungai memang sudah sangat overload tadi, akan ada upaya agar bisa segera surut,” ujarnya. (eza/uzi/adn)
Editor : A. Nugroho