Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sungai Tundo Butuh Pengerukan, Evaluasi Banjir Pujiharjo Malang

Galih R Prasetyo • Senin, 16 Juni 2025 | 16:21 WIB
BERUSAHA KERAS: Sejumlah warga melakukan pembersihan jalan di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo akibat banjir pada Jumat (13/6) sampai Sabtu (14/6) lalu.
BERUSAHA KERAS: Sejumlah warga melakukan pembersihan jalan di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo akibat banjir pada Jumat (13/6) sampai Sabtu (14/6) lalu.

 

TIRTOYUDO - Banjir melanda Desa Purwodadi dan Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo dalam dua bulan terakhir. Analisis BPBD Kabupaten Malang, Sungai Tundo yang mengalir di wilayah itu mengalami pendangkalan. Pengerukan atau normalisasi sungai diperlukan dalam upaya pencegahan banjir. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjabarkan, banjir di desa itu diawali hujan deras selama dua jam. Setelah itu, aliran Sungai Tundo meluap ke permukiman warga. ”Tinggi genangannya berkisar 30 sampai 50 sentimeter dari dua kejadian banjir pada 22 Mei dan 13 Juni,” katanya kemarin.

Dari peristiwa alam itu terdapat 156 rumah warga terdampak banjir. Perinciannya, banjir menerjang 66 rumah di Pujiharjo dan 10 rumah di Purwodadi pada bulan Mei. Sedangkan pada 13 Juni lalu, 80 rumah di Pujiharjo terkena dampak banjir.

Dalam kedua kejadian tersebut sama-sama membuat jalan desa dipenuhi material. Mempersulit akses warga yang ingin bepergian. Lalu, banjir juga merusak jembatan dan tanggul sungai.

Sadano menyebut, dua desa tersebut bukan tergolong wilayah yang rawan banjir dalam beberapa tahun belakangan. Kontur daerahnya bukan merupakan cekungan yang bisa terkena banjir. Sejak  Mei lalu semua berubah.

”Karena sungai (Sungai Tundo) mengalami pendangkalan. Pengamatan tim di lapangan menyebut, dulu kedalaman sungai dua sampai tiga meter dibandingkan sekarang,” ungkap dia.

Sebagai penggambaran, beberapa tahun lalu ekskavator bisa melewati bawah jembatan Sungai Tundo. Tapi saat ini tidak bisa. Ancaman banjir berpotensi terulang saat tidak segera dilakukan normalisasi.

Proses normalisasi sungai tidak hanya dilakukan di sekitar Pujiharjo dan Purwodadi saja. Sungai Tundo yang bermuara di laut selatan Jawa itu juga mengalir di wilayah Tirtoyudo, Jogomulyan, Kepatihan dan Sumbertangkil.

Sebelum dilakukan pengerukan, perlu survei yang lebih mendalam. Pihaknya sudah melakukan koordinasi antar organisasi perangkat daerah. ”Kami sudah koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PUSDA) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas selaku pemangku teknis dan tanggung jawab,” ujar dia. (biy/gp)

Editor : A. Nugroho
#tirtoyudo #Banjir #sungai #malang #BPBD #Kabupaten