AMPELGADING – Selama sepekan, Bumi Kanjuruhan mengalami hujan abu Semeru setiap hari. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, hujan abu sudah berlangsung sepuluh kali. Itu karena abu letupan gunung Semeru terbawa angin ke arah barat, sehingga menghujani Malang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan merinci kondisi harian selama hujan abu. Dia mengatakan, hujan pertama terjadi pada 13 Juni lalu.
Dalam sehari ada dua kali letupan, kemudian abu terbawa angin ke arah barat, meliputi Kabupaten Malang. Kemudian pada 14 Juni terjadi satu kali hujan abu, demikian juga pada 15-17 Juni lalu. Khusus 18 Juni terjadi empat kali hujan abu. ”Rata-rata, ketinggian awan abu yang muncul antara 400 sampai 800 meter,” terangnya.
Pejabat eselon III B Pemkab Malang itu mengatakan, tidak ada gangguan atau kerusakan akibat aktivitas Gunung Semeru itu. “Di Kepanjen tidak terlihat adanya awan abu. Sejauh ini juga tidak ada laporan gangguan dari warga karena abu,” kata dia.
Menurut dia, erupsi Semeru yang terjadi akhir-akhir ini masih dalam taraf biasa alias tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat tidak risau. “Itu memang ciri khas Semeru. Kalau lama tidak ada aktivitas itu yang justru berbahaya,” tandas dia. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho