Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kabupaten Malang Dilanda 54 Kali Longsor  

Mahmudan • Rabu, 24 September 2025 | 16:28 WIB
BENCANA: Rumah warga Dusun Sumbertangkil, Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo terkena longsor pertengahan September lalu.
BENCANA: Rumah warga Dusun Sumbertangkil, Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo terkena longsor pertengahan September lalu.

 

KEPANJEN – Bumi Kanjuruhan dilanda bencana longsor berkali-kali. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, dalam kurun tujuh bulan terdapat 54 kali longsor.

Bencana longsor terbaru terjadi pertengahan September 2025 lalu. Setidaknya ada tiga kecamatan terdampak, yakni Tirtoyudo, Ampelgading, dan Gedangan. “Paling parah terjadi di Tirtoyudo,” ujar Kepala Bidang Kedararutan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin (23/9).

Tiga titik longsor tersebut terjadi pada waktu yang hampir bersamaan. Yaitu pada dini hari. Tidak ada korban jiwa, namun enam rumah warga rusak akibat tertimbun material longsor.

Khusus longsor di Tirtoyudo, diawali dengan hujan deras mengguyur Dusun Sumbertangkil, Desa Sumbertangkil pada Jumat (19/9) pukul 20.00. Hujan terus mengguyur hingga larut malam. Kemudian pada pukul 01.30 dini hari dilaporkan ada tanah yang bergerak dan menerjang rumah di desa tersebut. “Dilaporkan ada 4 rumah yang terdampak dari tanah longsor,” jelas Sadono.

Sadono mengatakan, tidak ada kerusakan yang berat dari longsoran tersebut. “Tidak ada korban. Juga telah dilaksanakan distribusi bantuan kepada warga terdampak,” jelas Sadono.

Sedangkan di Ampelgading, longsor melanda Desa Wirotaman. Hujan yang mengguyur desa tersebut membuat tanah bergerak dan menerjang dua rumah warga. ”Kemudian didapati laporan juga tanah longsor di Kecamatan Gedangan,” beber Sadono.

Namun longsor tersebut tidak memendam rumah warga, melainkan menutup ruas jalan, sehingga akses warga terhambat. Petugas dari BPBD langsung mengevakuasi material longsoran tanah, sehingga jalan dapat dilalui kembali. “Kami akan terus memantau situasi dan mengimbau warga agar terus waspada, terlebih untuk daerah yang memiliki catatan rawan longsor,” pungkas Sadono. (yad/dan)

Editor : A. Nugroho
#longsor #Kabupaten Malang #BPBD