KABUPATEN – Perbaikan rumah rusak akibat amukan angin puting beliung tidak hanya mengandalkan belanja tidak terduga (BTT), tapi juga sumber lain. Kemarin (11/11), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengungkap telah mengajukan bantuan Rp 174 juta ke Pemprov Jatim. Jika disetujui, dana tersebut akan digunakan memperbaiki 148 rumah warga yang rusak.
Lokasinya menyebar di seluruh kawasan Kabupaten Malang. “Kemarin baru saya ajukan berkas fisiknya karena perhitungannya membutuhkan waktu cukup panjang,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Malang Wahyuningdyah kemarin.
Dana tersebut bisa dibelikan material seperti galvalum dan spandek. Juga untuk membeli kayu dan genting karena mayoritas kerusakan di bagian atap.
Meskipun seandainya nanti bantuan disetujui Pemprov Jatim, dia menyadari uang tersebut tidak cukup untuk mengcover seluruh kerugian warga terdampak bencana. Oleh karena itu, Dyah meminta agar dana desa dioptimalkan untuk membantu rumah yang terdampak.
Untuk itu, dia mengatakan, pemanfaatan dana desa menjadi solusi cepat yang diharapkan bisa banyak membantu korban-korban bencana. Seperti diberitakan, musim hujan sering diiringi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.
Setelah angin putting beliung memporak-porandakan 157 rumah di desa sumbersekar, kecamatan dau awal November lalu, kemudian disusul bencana lain. Terbaru, sebuah warung ambrol setelah tertimpa pohon tumbang di Desa Tamanasri, Kecamatan Ampelgading kemarin.
Atap warung milik Siti Solikah rusak setelah tertimpa pohon mahoni setinggi 15 meter dengan diameter 20 sentimeter. ”Total kerugian mencapai sekitar Rp 10 juta,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.
Pihak BPBD juga terus mengusahakan penanganan bencana dengan tepat melalui desa tangguh bencana (Destana). Namun tiap tahun penambahan destana tidak bisa signifikan karena terkendala anggaran.
Padahal, dia melanjutkan, destana juga penting untuk mengedukasi masyarakat saat bencana tiba-tiba datang, sehingga mereka harus siaga dan dapat menanggulanginya. (aff/dan)
Editor : A. Nugroho