Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Benahi Bendungan di Kabupaten Malang, Tersedot Arus Air sampai Meninggal

Mahmudan • Selasa, 6 Januari 2026 | 11:07 WIB
MUSIBAH: Tim gabungan dari kepolisian, PMI, Basarnas, dan BPBD Kabupaten Malang mengevakuasi jasad korban di pintu bendungan Kali Manten kemarin.
MUSIBAH: Tim gabungan dari kepolisian, PMI, Basarnas, dan BPBD Kabupaten Malang mengevakuasi jasad korban di pintu bendungan Kali Manten kemarin.

BULULAWANG – Lansia berinisial RP, 59, asal Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang ditemukan tewas di Kali Manten, area desa setempat, kemarin (5/1). Jasad korban sempat terjepit di sela pintu air, kemudian terseret derasnya aliran sungai.

Kejadian nahas itu bermula sekitar pukul 08.30. Saat itu, korban bersama dua perangkat desa dan rekan sesama pekerja bertugas membersihkan sekaligus memperbaiki pintu air bendungan Kali Manten. Letaknya di RT 013 RW 002, Desa Kasembon.

Di tengah proses pembersihan, korban menyelam lantaran banyak kotoran yang menyumbat pintu air. Sebelumnya, dia melihat banyak sampah menyumbat pintu air ketiga, sehingga air mampet. “Namun nahas, korban malah terseret arus deras dan terjepit di sela pintu air itu,” ujar Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar di sela meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP) kemarin.

Tiga saksi yang bersih-bersih bersama korban berupaya menolong, namun gagal. Selain arus air sangat deras, mereka juga tidak dibekali peralatan memadai. Gagal menolong korban, ketiga saksi langsung melapor ke ketua RT dan perangkat desa untuk menindaklanjuti proses evakuasi korban.

Petugas segera melakukan pencarian dibantu oleh Polsek Bululawang bersama Basarnas, BPBD, PMI Rescue, PMI Kabupaten Malang, dan warga setempat. Selang beberapa waktu, tak jauh dari titik pintu bendungan saat korban hanyut, petugas menemukan kemeja kotak-kotak dan topi milik korban.

Setelah itu tubuh korban ditemukan tiga meter dari lokasi kejadian. Korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. “Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak visum,” lanjut polisi dengan tiga balok emas di pundaknya itu.

Pemeriksaan medis secara singkat dilakukan oleh bidan dan perawat desa. Itu untuk memastikan kondisi korban sebelum dimakamkan. Kondisi jenazah utuh, namun ada sedikit lecet di bagian paha dan pinggang.

Polisi mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika beraktivitas di dekat aliran sungai. Sebab cuaca di Kabupaten Malang masih terbilang ekstrem. Itu ditinjau dari intensitas hujan yang tinggi di sejumlah wilayah serta musibah seperti pohon tumbang dan tanah longsor yang masih sering terjadi.(aff/dan)

Editor : Aditya Novrian
#jasad #Hanyut #Kabupaten Malang #tkp