Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemerintah Kabupaten Malang Gelontor Rp 800 Juta untuk Selamatkan Akses Desa Taji

Mahmudan • Selasa, 3 Maret 2026 | 11:26 WIB

BUTUH PERBAIKAN: Personel BPBD Kabupaten Malang meninjau ruas jalan menuju Desa Taji, Kecamatan Jabung yang tergerus longsor kemarin (2/3)
BUTUH PERBAIKAN: Personel BPBD Kabupaten Malang meninjau ruas jalan menuju Desa Taji, Kecamatan Jabung yang tergerus longsor kemarin (2/3)

JABUNG – Hujan lebat yang mengakibatkan longsor di ruas Jalan Desa Taji, Kecamatan Jabung pada Sabtu lalu (28/2) langsung menuai respons positif dari pemerintah. Untuk menangani ruas jalan yang tergerus hingga nyaris putus, pemkab menyiapkan Rp 800 juta.

Bupati Malang H M. Sanusi menyampaikan, biaya perbaikan sudah masuk dalam penganggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM).

“Anggaran sudah ada, tinggal pelaksanaannya. Tetapi keduluan tanah longsor ini,” ujar Sanusi kemarin.

”Anggaran yang kami siapkan Rp 300 juta untuk plengsengan dan Rp 500 juta untuk jalannya,” tambah orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu. Dengan demikian, totalnya menembus Rp 800 juta.

Selain jalan yang longsor, pihaknya akan memperbaiki jalan rusak di Desa Sukopuro dan Desa Taji, Kecamatan Jabung.

Lebih lanjut, Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnadi Kusuma menjelaskan, jalan ambrol tersebut terjadi karena adanya longsor yang menggerus ruas jalan. Sehingga reruntuhannya menutup jalur drainase yang mengakibatkan air hujan menggerus badan jalan.

“Kami akan segera menangani. Mulai hari ini (kemarin, 2/3) sudah mulai bekerja dan minimal besok (hari ini, 3/3) sudah mulai terpasang bambu terlebih dahulu. Kami perkirakan, pengerjaan akan selesai dalam waktu sekitar lima bulan,” kata dia.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Kabupaten Malang itu juga menjelaskan, pemasangan sesek bambu dirasa lebih bagus daripada bronjong.

“Jadi, untuk sementara kami tidak memakai bronjong. Karena lebih bagus menggunakan sesek bambu dengan dipasang sandbag yang diisi dengan material pasir, pasir dan batu, dan sedikit kandungan tanah agar vegetasi bisa tumbuh di situ,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, longsor di jalan menuju Desa Taji terjadi sekitar pukul 21.30, Sabtu lalu (28/2). Akan tetapi, baru didatangi tim BPBD keesokan harinya, yakni Minggu pagi (1/3).

“Yang longsor itu tanah penahan jalan di sana,” sebut dia.

Penyebab longsor tersebut tidak lain adalah cuaca ekstrem. Dalam hal ini hujan yang tak kunjung berhenti dari sore sampai malam hari. Ditengarai karena tanah di lokasi tidak dapat menahan kandungan air tanah yang kian banyak akibat hujan.

Sadono menambahkan, akibat longsor tersebut, akses warga terganggu. Hal itu karena tanah yang longsor memiliki panjang 15 meter dan lebarnya hanya tersisa 2 meter. Kondisi tersebut membuat jalan tidak bisa dilalui beberapa jenis kendaraan.

 “Hanya motor yang bisa lewat. Kalau mobil tidak bisa lewat,” ucap dia.(yun/biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#Kabupaten Malang #DPUSDA Jatim #DPUBM #BPBD