SINGOSARI, RADAR MALANG – Dugaan ledakan petasan menjadi penyebab menghancurkan rumah di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari makin menguat. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan selongsong berisi residu serbuk petasan, serpihan kertas dengan sisa bubuk, dan alat pemadat, serta sumbu petasan.
Kini, polisi fokus mencari pelaku pembuat petasan. Oleh karena itu, memeriksa Syamsul Arif, 26. Dia merupakan kepala keluarga sekaligus pemilik rumah. Akibat ledakan tersebut, kelima anggota keluarga terluka.
Kapolsek Singosari Achmad Zainuddin menjelaskan, anggota keluarga Syamsul sudah dimintai keterangan. “Dari keterangannya, mereka menyatakan tidak tahu bahwa saat itu korban Syamsul sedang membuat mercon,” terang dia.
“Mereka juga tidak tahu kapan datangnya bahan-bahan mercon (petasan) itu ke rumah,” imbuh Zainuddin.
Guna mencari titik terang kasus tersebut, satu-satunya harapan adalah keterangan dari Syamsul. Yang baru bisa dimintai keterangan apabila prosedur medis berupa operasinya sudah selesai sepenuhnya dan pulang ke rumah.
Seperti diberitakan, pada 24 Mei lalu, sekitar pukul 20.30, rumah Syamsul hancur disertai suara ledakan keras. Sempat dikira ledakan dari tabung gas elpiji, namun kemudian dugaan mengarah pada ledakan petasan.
Baca Juga: DMI Kota Malang Keluarkan 7 Imbauan Jelang Lebaran, Larang Takbir Keliling hingga Petasan
Dalam kejadian itu, Syamsul mengalami luka berat. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kanjuruhan, selain mendapatkan luka bakar parah di seluruh tubuhnya, beberapa jari tangannya putus dan bola mata keluar satu. Kini, ia dalam perawatan di RSSA Malang.
Ketua Tim Kerja Sub Substansi Hukum, Humas, Pemasaran, dan Ketertiban RSSA Malang Muhammad Syamsul Bakhri mengatakan, Syamsul masih berada di RSSA hingga kemarin (29/5). ”Saat ini pasien atas nama Syamsul Arifin masih dalam perawatan di ruang kapuas A, kondisi masih memakai ventilator dan tidak sadar,” terang dia.
Informasi yang didapat, korban akan dioperasi, namun belum tahu kapan pelaksanaannya. Sementara untuk 5 orang anggota keluarga Syamsul, yaitu Yatin, 52; Nurviantiyah, 25; ML, 15 ; KE, 3; dan FE, 10, mengalami luka sedang dan menjalani rawat jalan oleh dokter. Diketahui mereka berada di ruang tamu depan yang tidak ikut rusak parah.(biy/dan)
Editor : A. Nugroho