SUMBERPUCUNG, RADAR MALANG - Nahas menimpa Sutrisno, 69. Lansia asal Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung itu meninggal tertabrak kereta api (KA) Malabar kemarin (17/7). Sutrisno tidak melihat saat menyeberang dari Jalan Kuncoro, Sambigede.
Kapolsek Sumberpucung Iptu Choirul Mustofa mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.15. Sutrisno hendak menyeberang rel dari arah selatan menuju utara. “Awalnya korban memarkir motornya tak jauh dari tempat ia menyeberang. Dia pun langsung menyeberang,” kata dia.
Baca Juga: Pria di Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Meninggal setelah Tertabrak KA Gajayana
“Keterangan dari saksi warga sekitar yang mengenal korban, saat itu dia mau melihat sawah garapannya,” imbuh Choirul. Untuk diketahui, sawah milik Sutrisno berada di tepi rel. ”Pada jam tersebut (06.15), saat akan menyeberang, datang KA Malabar dari arah stasiun Sumberpucung (menuju Kepanjen),” kata dia.
Sebelumnya, kereta dengan lokomotif CC206 13 81 dari Depo Induk Bandung itu sempat membunyikan klakson. Diduga Sutrisno tidak mendengar, sehingga KA jurusan Bandung-Malang Kotabaru via Yogyakarta itu mengenai tubuh korban.
Baca Juga: Pria Asal Karangploso Tewas setelah Tertabrak Kereta di Singosari
Seketika itu Sutrisno kehilangan nyawanya di lokasi kejadian. “Yang bersangkutan menderita luka parah di bagian kepala sebelah kanan. Dalam hal ini pecah karena terkena KA itu,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota itu.
Tak lama berselang, polisi dan tim medis tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan evakuasi jenazah. Sebelum dipulangkan ke rumah duka, dia mengatakan, jenazah Sutrisno dibawa terlebih dahulu ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD Kanjuruhan di Kepanjen untuk menjalani visum et repertum. (biy/dan)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang