MALANG, RADAR MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur memperkirakan musim kemarau di wilayah Malang Raya akan berlangsung hingga periode Oktober sampai November 2026. Prediksi ini disampaikan langsung oleh Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Linda Fitrotul.
Menurut Linda, awal musim kemarau di Malang Raya, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, sebenarnya sudah dimulai sejak dasarian pertama bulan Mei 2026. Saat ini, hampir 75 persen wilayah Malang Raya sudah resmi memasuki musim kemarau.
"Awal musim kemarau sudah dimulai sejak dasarian pertama bulan Mei dan kemungkinan akan berlangsung sampai Oktober dan November 2026," ujar Linda.
Baca Juga: Cuaca Kabupaten Malang Hari Ini: Rabu, 22 Juli 2026
Meski sebagian besar wilayah sudah masuk kemarau, Linda menjelaskan bahwa masih ada beberapa daerah di Malang Raya yang berada dalam masa peralihan musim dari hujan ke kemarau. Salah satunya adalah kawasan Kabupaten Malang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lumajang.
Kondisi ini membuat karakteristik cuaca di beberapa titik Malang Raya belum sepenuhnya seragam, meskipun secara umum wilayah tersebut sudah didominasi oleh cuaca kering.
El Niño Jadi Faktor Utama
Panjang durasi musim kemarau tahun ini tidak lepas dari pengaruh fenomena El Niño yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal 2027. Fenomena ini memperkuat karakteristik musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Malang Raya.
"Karena prediksinya musim kemarau untuk tahun ini akan lebih panjang di beberapa wilayah," ujar Linda.
Sejalan dengan data ini, BMKG secara nasional juga mencatat bahwa mayoritas wilayah Indonesia mengalami puncak kemarau pada periode Agustus hingga September 2026, dengan sifat kemarau yang cenderung lebih kering dari kondisi normal akibat penguatan El Niño.
Baca Juga: Cuaca Kabupaten Malang Hari Ini: Selasa, 21 Juli 2026
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
Menghadapi kondisi ini, BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur mengimbau masyarakat Malang Raya untuk mewaspadai sejumlah dampak kemarau panjang. Beberapa risiko yang perlu diantisipasi antara lain:
- Penurunan debit air di sumur dan sumber air warga
- Potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan lereng gunung
- Kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian
Linda menegaskan masyarakat perlu lebih waspada dan bijak dalam menyikapi kondisi cuaca ke depan, mengingat durasi kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber