MALANG, RADAR MALANG – Di tengah sorotan terhadap Lamine Yamal dan lini depan Spanyol yang tajam, ada satu nama yang diam-diam tampil luar biasa di Piala Dunia 2026. Bek muda berusia 19 tahun, Pau Cubarsi, menjadi salah satu pemain paling konsisten dalam skuad La Furia Roja.
Pemain akademi Barcelona tersebut kembali menunjukkan kualitasnya saat Spanyol menang telak 4-0 atas Arab Saudi. Dalam pertandingan itu, Cubarsi mencatat rating 7,6 dan bermain penuh selama 90 menit tanpa digantikan.
Baca Juga: Wagub Jatim Apresiasi Turnamen Siadi Cup III U-19
Menariknya, performa tersebut bukanlah kebetulan. Dalam enam pertandingan terakhir bersama tim nasional Spanyol, Cubarsi selalu tampil stabil. Ia memperoleh rating 7,8 melawan Cape Verde, 7,6 saat menghadapi Serbia, 7,8 melawan Andorra, 7,6 saat menghadapi Georgia, 7,5 melawan Peru, dan 7,6 ketika menghadapi Arab Saudi.
Yang membuat penampilannya semakin istimewa adalah kemampuan bermain dalam skema high defensive line atau garis pertahanan tinggi. Taktik ini menuntut bek untuk bermain jauh dari area pertahanannya sendiri, menjaga ruang yang luas, membaca pergerakan lawan, serta memiliki ketenangan ketika menghadapi serangan balik.
Banyak bek yang mampu tampil baik dalam skema pertahanan rendah atau bertahan lebih dalam. Namun tidak semua pemain belakang dapat beradaptasi ketika diminta bermain dengan garis pertahanan tinggi. Kesalahan kecil saja bisa berujung pada peluang berbahaya bagi lawan.
Pau Cubarsi justru menjadi bukti bahwa dirinya mampu menguasai sistem yang lebih rumit tersebut. Hal ini tidak lepas dari pengaruh filosofi permainan Barcelona dan pelatih Hansi Flick yang mengandalkan garis pertahanan tinggi.
Jika suatu saat Barcelona kembali memainkan skema pertahanan yang lebih konservatif, kemampuan Cubarsi berpotensi semakin menonjol. Sebab, bek yang mampu bertahan dalam sistem yang sulit biasanya akan lebih mudah beradaptasi ketika bermain dalam sistem yang lebih sederhana.
Tak hanya Cubarsi, pemain seperti Eric Garcia maupun bek muda Barcelona lainnya juga berpeluang menunjukkan perkembangan serupa di masa mendatang.
Di usia yang baru menginjak 19 tahun, Pau Cubarsi bukan sekadar bek muda berbakat. Ia mulai membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi fondasi pertahanan Spanyol dan Barcelona dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: Akademisi UB: Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Cerminkan Masalah Energi Nasional
Editor : Aditya Novrian