- Argentina Dominan Sepanjang 120 Menit Hadapi Tanjung Verde. (Google)
MALANG, RADAR MALANG - Dominasi Argentina kembali terlihat dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Tanjung Verde, Sabtu (4/7) pagi WIB. Meski harus memainkan pertandingan hingga babak tambahan waktu, Albiceleste tetap unggul dalam hampir seluruh aspek statistik permainan. Penguasaan bola, jumlah operan, hingga peluang yang diciptakan menjadi bukti kontrol Argentina sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Lionel Messi Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Cetak Empat Rekor yang Belum Pernah Ada
Berdasarkan data pertandingan, Argentina menguasai bola hingga 64 persen, sementara Tanjung Verde hanya mencatatkan 36 persen. Dominasi tersebut tercermin dari banyaknya aliran bola yang dibangun tim asuhan Lionel Scaloni. Argentina membukukan 822 operan dengan tingkat akurasi mencapai 92 persen, jauh di atas Tanjung Verde yang mencatat 444 operan dengan akurasi 87 persen.
Dari sisi agresivitas menyerang, Argentina juga tampil lebih aktif. Albiceleste melepaskan 20 tembakan, dengan 10 di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Tanjung Verde menghasilkan 15 percobaan, termasuk lima tembakan mengarah ke gawang. Meski kalah dalam jumlah peluang, efektivitas Tanjung Verde patut mendapat perhatian karena mampu memberikan ancaman hampir setiap kali memperoleh ruang di area pertahanan Argentina.
Baca Juga: Kekalahan Australia dan Pamitnya Asia dari Piala Dunia 2026
Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi hingga babak tambahan waktu. Hal itu terlihat dari jumlah tendangan sudut yang sama banyak, yakni delapan corner untuk masing-masing tim. Statistik tersebut menunjukkan bahwa Tanjung Verde mampu mengimbangi tekanan Argentina dalam beberapa fase pertandingan, terutama melalui serangan balik dan bola mati.
Di sektor disiplin, kedua tim tampil cukup seimbang. Argentina melakukan 13 pelanggaran, sedangkan Tanjung Verde mencatat 12 pelanggaran. Masing-masing tim juga menerima satu kartu kuning tanpa adanya kartu merah, menandakan laga berjalan keras tetapi tetap dalam batas permainan yang sportif.
Baca Juga: Ironis! Gol Bunuh Diri Mohamed Hany Antar Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor
Jika melihat keseluruhan angka, Argentina memang tampil lebih dominan dalam membangun permainan. Penguasaan bola yang tinggi dipadukan dengan sirkulasi umpan yang rapi membuat mereka lebih sering mengendalikan tempo pertandingan. Di sisi lain, Tanjung Verde memperlihatkan efisiensi saat memperoleh peluang dan mampu menjaga intensitas permainan hingga 120 menit.
Secara statistik, laga ini memperlihatkan kontras dua pendekatan bermain. Argentina mengandalkan kontrol permainan melalui penguasaan bola dan distribusi umpan, sedangkan Tanjung Verde lebih mengutamakan efektivitas saat menyerang.
Kombinasi dua gaya bermain tersebut menjadikan pertandingan berlangsung kompetitif sekaligus menghasilkan statistik yang menarik untuk dianalisis, terutama dalam melihat bagaimana dominasi penguasaan bola tidak selalu membuat sebuah tim mampu mengendalikan jalannya laga tanpa perlawanan berarti.
Editor : Aditya Novrian