MALANG, RADAR MALANG – Lini belakang Timnas Spanyol menjadi salah satu kunci keberhasilan La Roja melaju ke perempat final Piala Dunia 2026. Di balik kokohnya pertahanan itu, ada sosok kiper utama Unai Simón yang kini resmi mencatatkan namanya dalam sejarah turnamen.
Usai membawa Spanyol menundukkan Portugal 1-0 di babak 16 besar, Senin (6/7) waktu setempat atau Selasa (7/7) WIB, Unai Simón memperpanjang catatan clean sheetnya menjadi 609 menit. Torehan tersebut merupakan rekor clean sheet terpanjang yang pernah dibukukan seorang penjaga gawang dalam sejarah putaran final Piala Dunia.
Catatan impresif itu sekaligus memperpanjang rekor yang sebelumnya telah ia pecahkan saat menghadapi Austria di babak 32 besar. Ketika itu, Simón melewati rekor legendaris milik kiper Italia Walter Zenga yang bertahan selama 36 tahun dengan torehan 517 menit tanpa kebobolan.
Rangkaian clean sheet Simón dimulai sejak Piala Dunia 2022 di Qatar. Setelah kebobolan gol Jepang pada laga terakhir fase grup, gawangnya tak lagi mampu dijebol lawan. Ia menuntaskan sisa pertandingan kontra Jepang, menjaga gawang tetap perawan selama 120 menit saat menghadapi Maroko di babak 16 besar, lalu melanjutkan tren tersebut sepanjang perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026.
Di Amerika Utara, kiper Athletic Club itu belum sekali pun memungut bola dari dalam gawang. Ia mencatat clean sheet saat menghadapi Cape Verde, Arab Saudi, Uruguay, Austria, hingga Portugal. Konsistensi tersebut membuat rekor clean sheetnya kini mencapai 609 menit.
Baca Juga: Ingin Coba Berkuda? Ini Rekomendasi Wisata Horse Riding di Kota Batu
Ketangguhan Simón menjadi fondasi penting permainan Spanyol. Meski lini depan dihuni nama-nama seperti Lamine Yamal, Nico Williams, hingga Mikel Oyarzabal, solidnya pertahanan membuat La Roja mampu melewati laga-laga penting tanpa kehilangan keseimbangan.
Kini, Simón masih berpeluang memperpanjang rekor tersebut saat Spanyol tampil di babak perempat final. Jika kembali mampu menjaga gawangnya tetap steril, rekor yang telah ia ciptakan berpotensi semakin sulit dikejar oleh para penjaga gawang di masa mendatang.
Editor : Aditya Novrian