Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perebutan Sepatu Emas dan Bayang-Bayang Kutukan untuk Messi

Fasya Mumtahanah • Jumat, 17 Juli 2026 | 20:00 WIB
SELEBRASI: Lionel Messi Pimpin Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 (Sumber: FIFA).
SELEBRASI: Lionel Messi Pimpin Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 (Sumber: FIFA).

RADAR MALANG – Perebutan penghargaan Sepatu Emas masih terus berlanjut dan semakin ketat. Menjelang dua laga pamungkas Piala Dunia 2026, Lionel Messi menggeser Kylian Mbappe dan memimpin daftar top skor sementara usai menciptakan dua assist saat semifinal melawan Inggris Kamis (16/7) lalu.

Messi berada di posisi pertama meski sama-sama mengoleksi delapan gol seperti Mbappe. Hal itu karena jumlah assist turut menjadi penentu posisi pemain dalam daftar top skor. Di samping itu, lamanya waktu bermain seorang pemain juga menentukan posisi. Pemain dengan jumlah menit bermain yang lebih sedikit akan berada di posisi yang lebih atas.

Peluang Persaingan Masih Terbuka

Dua laga tersisa di Piala Dunia 2026 masih membuka peluang bagi para top skor untuk saling memperebutkan posisi pertama. Baik Messi maupun Mbappe sama-sama memiliki kesempatan untuk menambah koleksi gol.

Baca Juga: Sepakbola Masih Belum Pulang ke Rumah, Penantian Panjang Inggris Berlanjut Lagi dan Lagi

Perebutan juara ketiga antara Prancis dan Inggris pada Minggu (19/7) nanti akan memberi peluang bagi Mbappe untuk mengejar jumlah gol Messi dan memimpin ranking top skor. Akan tetapi, Messi juga berpeluang menambah koleksinya dan mengamankan gelar Sepatu Emas di laga final lawan Spanyol, Senin (20/7) depan.

Di samping itu, duo Inggris, Jude Bellingham dan Harry Kane terus membuntuti keduanya dengan masing-masing mengumpulkan enam gol dan satu assist.

Kutukan Sepatu Emas

Sejak mulai diadakan pada tahun 1982, peraih gelar Sepatu Emas atau Golden Boot itu hampir tak pernah menjuarai Piala Dunia. Tercatat, hanya dua pemain top skor yang berhasil menyabet gelar juara bersama timnya. Dua pemain tersebut adalah Paolo Rossi dari Timnas Italia di edisi Spanyol 1982 dan Ronaldo dari Brasil di edisi Jepang dan Korea Selatan 2002.

Baca Juga: Rahasia Jordan Pickford Terbongkar! Botol Minumnya Berisi 'Contekan' Eksekutor Penalti Argentina

Sisanya mengalami nasib yang sama dengan Mbappe saat meraih Sepatu Emas di Piala Dunia 2022 lalu yang gagal mengangkat trofi bersama rekan-rekannya.

Catatan miris itu terdengar seperti kutukan bagi para peraih Sepatu Emas. Akan tetapi, tren itu bisa dijelaskan dengan karakteristik sepakbola itu sendiri yang merupakan olahraga tim. Kualitas perorangan dari sang striker bukan menjadi faktor mutlak keberhasilan tim menuju juara.

Baik Paolo Rossi dan Ronaldo sama-sama didukung tim yang tangguh sehingga berhasil menjadi juara Piala Dunia. Keduanya bermain bersama rekan-rekan yang sama tajamnya dan menjadikan permainan tak hanya bertumpu pada satu ujung tombak kesebelasan.

Baca Juga: Kadin: Piala Dunia 2026 Putar Ekonomi RI Hingga 5 Triliun

Messi telah memperlihatkan kualitasnya sebagai pesepakbola di semifinal lalu. Dua assist-nya untuk gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez menegaskan tujuan sang megabintang untuk membawa Argentina menjadi juara dunia lagi, alih-alih berambisi mencetak gol sebanyak-banyaknya.

Perebutan Sepatu Emas belumlah usai, masih banyak skenario yang mungkin terjadi. Bisakah Messi meraih gelar itu dan menjuarai Piala Dunia 2026 sekaligus dan menghapus “kutukan” Sepatu Emas yang selama ini menghantui para top scorer?

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
pildun 2026 sepatu emas piala dunia 2026 final