Dan Mereka yang Terus Bernyanyi meski Hobi Kecewa Itu adalah Inggris

Fasya Mumtahanah • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 11:50 WIB
FOTO BERSAMA: Timnas Inggris Meraih Juara Tiga Pertama di Piala Dunia usai Kalahkan Prancis (Sumber: Instagram @england).
FOTO BERSAMA: Timnas Inggris Meraih Juara Tiga Pertama di Piala Dunia usai Kalahkan Prancis (Sumber: Instagram @england).

RADAR MALANG – Sang dua kali peringkat empat Piala Dunia kini berhasil meraih juara tiga pertamanya usai mengalahkan Prancis di perebutan medali perunggu di Miami Stadium, Minggu (19/7) 04.00 WIB. Inggris menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan menuliskan sejarah baru setelah terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia tahun 1966 silam.

Dalam perjalanan panjang Tiga Singa selama 17 kali mengikuti turnamen empat tahunan itu, prestasi terbaik mereka dalam 60 tahun sejak gelar juara pertama tersebut hanyalah dua kali meraih peringkat keempat. Dua semifinal itu adalah kala Piala Dunia 1990 di Italia dan 2018 di Rusia.

Satu Gelar Juara yang Membuat Inggris Bermimpi

Satu-satunya trofi Piala Dunia yang berhasil dibawa Inggris adalah ketika menjadi tuan rumah di edisi 1966. Kala itu, Inggris bersinar dengan sosok-sosok bintang seperti Geoff Hurst, Bobby Charlton, Bobby Moore, hingga Gordon Banks di bawah kepemimpinan Alf Ramsey. Gelar pertama itulah yang menjadi standar yang tanpa sadar terlalu tinggi untuk skuad Inggris setelahnya.

Baca Juga: Inggris Juara 3 Piala Dunia 2026! Drama 10 Gol Warnai Kemenangan 6-4 atas Prancis

Ekspektasi itu berbanding terbalik dengan rentetan panjang penderitaan selama enam dekade setelahnya. Kegagalan Tiga Singa diwarnai dengan tersingkirnya mereka di perempat final edisi 1986 dengan gol “Tangan Tuhan” Diego Maradona, kalah adu penalti lawan Jerman di semifinal 1990, dan tersingkir di Babak 16 Besar oleh Argentina saat edisi 1998.

Selain itu, Inggris juga gagal lolos ke semifinal usai kalah dari Brasil di tahun 2002, kalah adu penalti lagi dari Portugal di perempat final 2006, hingga kalah di semifinal 2018 melawan Kroasia, dan kegagalan-kegagalan lainnya.

Keyakinan yang Masih Menyala

Tiga puluh tahun setelah gelar juara pertama mereka, Tiga Singa menemukan kalimat yang bisa menjadi suara dari kerinduan mereka untuk mengulang kejayaan. “It’s coming home” diucapkan berulang-ulang, meski sering kali disalahpahami maknanya sebagai bentuk arogansi Inggris.

Baca Juga: Di Balik Duel Pamungkas Argentina vs Spanyol, Guru dan Murid Kembali Berjumpa

Jargon itu semakin menjadi ironi dalam delapan tahun terakhir perjalanan Inggris. Tak hanya di Piala Dunia, Inggris juga selalu berakhir nyaris saat Euro. Inggris harus kalah di semifinal melawan Kroasia di Piala Dunia 2018, dua kali Euro 2020 dan 2024 yang sama-sama berakhir kalah di final, dan terakhir saat Piala Dunia edisi 2026 kali ini yang harus membuat Inggris puas di posisi ketiga usai kalah di semifinal lawan Argentina.

Terlepas dari ejekan yang datang dari pihak lawan, jargon yang lahir dari lirik lagu “Three Lions” itu menjadi kalimat yang menyatukan mimpi pemain dan pendukung Inggris. Akar sejarah sepakbola modern yang lahir di Inggris juga menjadi salah satu alasan ikoniknya jargon itu.

Baca Juga: Argentina vs Spanyol di Final Piala Dunia 2026, Siapa Berhak Angkat Trofi Juara?

Dari The Football Association (FA) yang menaungi sepakbola untuk pertama kali, hingga gelar juara dunia yang enggan terulang selama enam dekade membuat “football’s coming home” lebih terdengar seperti kerinduan akut dan penolakan untuk menyerah, alih-alih kesombongan dan klaim tanpa alasan.

60 tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah rindu, dan kini Tiga Singa harus menanti empat tahun lagi untuk kembali memupuk keyakinan setelah berulang kali nyaris yang menyakitkan. Jika dendam paling enak disajikan saat dingin, barangkali pembuktian paling memuaskan disajikan saat harapan mulai diragukan banyak orang.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
pildun 2026 semifinal Juara 3 piala dunia 2026 Inggris